Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Eksploitasi KelpDAO Senilai $300 Juta Diduga Terfokus pada Jalur Layer 2

Eksploitasi KelpDAO Senilai $300 Juta Diduga Terfokus pada Jalur Layer 2

Rangga
20 April 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Dalam Gejolak Ekonomi, Lo Kheng Hong Ungkap Tiga Emiten with Potensi Menarik para Investor
Market

Dalam Gejolak Ekonomi, Lo Kheng Hong Ungkap Tiga Emiten with Potensi Menarik para Investor

Reihan
Last updated: 7 November 2026 7:08 AM
By
Reihan
4 Min Read
Share
Dalam Gejolak Ekonomi, Lo Kheng Hong Ungkap Tiga Emiten with Potensi Menarik para Investor
SHARE

Poin Penting

JAKARTA, investortrust.id – Investor kawakan Lo Kheng Hong menilai sektor perbankan, batubara, dan kelapa sawit menjadi tiga sektor bisnis yang paling menarik untuk investasi saham di Indonesia saat ini.

Menurut Lo Kheng Hong, sektor perbankan punya daya tarik utama berkat kemampuan bank-bank besar menghasilkan laba bersih yang jauh lebih tinggi dibandingkan perusahaan dari sektor lain.

“Ada tiga bank utama yang labanya sudah mencapai Rp 60 triliun. Mari kita lihat sektor lain, tidak ada perusahaan yang labanya menggapai angka itu,” tegasnya dalam pernyataan yang dikutip pada Jumat (6/11/2026).

Selain perbankan, Lo juga menilai sektor batubara masih memiliki prospek cerah, mengingat batubara adalah salah satu sumber energi terpenting di dunia. Permintaan untuk batubara dirasakan tetap kuat, khususnya dari negara-negara berpenduduk besar seperti China dan India.

Lo menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan masih berhadapan dengan berbagai tantangan, mulai dari area yang diperlukan untuk pembangkit tenaga surya hingga tingginya biaya penyimpanan energi dengan baterai.

Sektor ketiga yang menjadi perhatian Lo adalah perkebunan kelapa sawit. Ia menyebut kelapa sawit sebagai miracle crop karena tumbuh optimal di wilayah tropis, seperti Indonesia dan Malaysia.

Dengan kebutuhan minyak goreng yang tinggi, produk turunan kelapa sawit juga digunakan dalam beragam industri, termasuk kosmetik. Besarnya permintaan dari negara-negara seperti China dan India menjadi faktor plus bagi prospek sektor ini.

“Jadi, bagi saya, sektor terbaik adalah: pertama perbankan, kedua batubara, dan ketiga kelapa sawit,” ucapnya.

Di tengah koreksi pasar saham, Lo Kheng Hong malah melihat peluang investasi yang menggoda. Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level 9.000 ke sekitar 5.000 membuat banyak saham kini diperdagangkan dengan valuasi yang terbilang murah (undervalued).

Read more  Dampak Serius Konflik Iran Akan Terlihat dalam Beberapa Bulan Mendatang, Ungkap Asosiasi Maskapai Asia Pasifik

Dia juga menyoroti aksi jual investor asing yang sudah mencapai hampir Rp 100 triliun sejak awal tahun. Kondisi ini mengakibatkan harga beberapa saham jatuh cukup dalam.

“Menurut saya, saat investor asing ketakutan menjual saham di Bursa Efek Indonesia dan harga-harga saham turun, ini adalah saat yang pas untuk berinvestasi. Seakan sedang hujan emas, maka siapkan ember besar untuk menampung hujan emas itu,” ungkapnya.

Salah satu peluang yang Lo soroti adalah saham-saham bank besar (big banks) yang telah mengalami penurunan harga lebih dari 50%. Ia menjelaskan bahwa koreksi ini membuat potensi imbal hasil dividen (dividend yield) semakin menarik, bahkan bisa mencapai sekitar 14%.

Lo membandingkan potensi imbal hasil tersebut dengan bunga deposito yang biasanya berkisar 6% per tahun. Setelah pajak 20%, hasil bersih deposito hanya sekitar 4,8%. Sedangkan surat utang negara dengan imbal hasil 7,8% setelah pajak 10% akan memberikan hasil bersih sekitar 7%.

“Jika kita beli saham-saham big banks, yield dividen-nya 14%, dan harga sahamnya turun lebih dari 50%. Jika harga saham kembali ke titik awalnya, capital gain bisa mencapai 100%,” jelasnya.

Dengan pengalaman 37 tahun di pasar saham Indonesia, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya kesabaran dalam berinvestasi. Ia percaya bahwa investor yang sabar dapat meraih keuntungan lebih besar dengan membeli saham perusahaan yang berkualitas dengan harga terjangkau, lalu menyimpannya dalam jangka panjang.

Dia menegaskan, terlalu sering membeli dan menjual saham atau trading bukanlah strategi terbaik untuk meraih keuntungan maksimal.

“Beli dan simpan. Uang besar didapat bukan dari jual beli atau trading, tetapi dari menunggu dengan sabar,” tandasnya.

Ia juga mengaku tidak menetapkan batas waktu untuk menyimpan saham, karena waktu yang dibutuhkan untuk harga saham kembali ke nilai wajarnya tergantung pada pasar.

Read more  Kevin Warsh dari Fed AS Gonjang-Ganjing Ekonomi Amerika Tertekan Inflasi

“Ingat, bursa adalah alat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar ke orang yang sabar,” tegas Lo Kheng Hong.

Dia bahkan mengungkapkan masih memiliki saham yang sudah disimpan lebih dari 10 tahun, tetapi sampai saat ini belum kembali ke harga wajarnya.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Mary Daly dari Fed: Kenaikan Suku Bunga Masih Diperlukan untuk Perang Melawan Inflasi Mary Daly dari Fed: Kenaikan Suku Bunga Masih Diperlukan untuk Perang Melawan Inflasi
Next Article BI Luncurkan Instrumen Cerdas untuk Optimalkan DHE SDA bagi Eksportir BI Luncurkan Instrumen Cerdas untuk Optimalkan DHE SDA bagi Eksportir
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

S&P: Pasar Properti China Siap Mengalami Pembalikan Arah?
S&P: Pasar Properti China Siap Mengalami Pembalikan Arah?
News
Binance Hentikan Penarikan Akun, Penjualan Crypto Melonjak Usai Dugaan Peretasan
Binance Hentikan Penarikan Akun, Penjualan Crypto Melonjak Usai Dugaan Peretasan
Market
Investor Serbu Surat Utang RI, Tapi Pemerintah Hanya Serap Rp20,65 T
Investor Serbu Surat Utang RI, Tapi Pemerintah Hanya Serap Rp20,65 T
Market
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Menariknya Membangun Bank di Vietnam: Singapura Ubah Techcombank Jadi Pionir Layanan Berbasis AI
Market

Menariknya Membangun Bank di Vietnam: Singapura Ubah Techcombank Jadi Pionir Layanan Berbasis AI

Reihan
15 Mei 2026
Indonesia Siap Luncurkan Rincian Kebijakan Ekspor Komoditas dalam Beberapa Minggu ke Depan
Market

Indonesia Siap Luncurkan Rincian Kebijakan Ekspor Komoditas dalam Beberapa Minggu ke Depan

Reihan
25 Mei 2026
China Ungkap EU Mengambil Untung untuk Justifikasi Pembatasan Perdagangan, Siapkan Tanggapan Keras
Market

China Ungkap EU Mengambil Untung untuk Justifikasi Pembatasan Perdagangan, Siapkan Tanggapan Keras

Reihan
29 Mei 2026
Gelombang Panas Asia: Ancaman Ganda bagi Ekonomi di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Market

Gelombang Panas Asia: Ancaman Ganda bagi Ekonomi di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Reihan
11 Mei 2026
Pemegang Saham BEI Setujui Penunjukan CEO Baru, Siap Galang Pertumbuhan!
Market

Pemegang Saham BEI Setujui Penunjukan CEO Baru, Siap Galang Pertumbuhan!

Reihan
30 Juni 2026
Bank Sentral Malaysia Janji Tindakan Tegas untuk Dorong Arus FX Masuk
Market

Bank Sentral Malaysia Janji Tindakan Tegas untuk Dorong Arus FX Masuk

Reihan
27 Juni 2026
Dari Pabrik ke Frontier Teknologi: Cina Jadi Mesin Inovasi bagi Produsen Mobil Legacy
Market

Dari Pabrik ke Frontier Teknologi: Cina Jadi Mesin Inovasi bagi Produsen Mobil Legacy

Reihan
8 Juli 2026
Perang Iran Mengubah Peta Penerbangan Global
Market

Perang Iran Mengubah Peta Penerbangan Global

Reihan
5 April 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?