[JAKARTA] Para pemegang saham Bursa Efek Indonesia (IDX) telah menyetujui penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai CEO untuk periode 2026-2030, seperti yang diumumkan bursa pada Senin (29 Juni).
Pihak pemegang saham secara resmi memformalkan penunjukan Jeffrey dan seluruh anggota dewan direksi IDX oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) awal bulan ini.
Sejak Januari, Jeffrey menjabat sebagai pimpinan sementara IDX setelah pengunduran diri pendahulunya akibat kondisi pasar saham yang tidak stabil, yang dipicu oleh kekhawatiran mengenai transparansi yang diangkat oleh penyedia indeks MSCI.
Di bulan Januari, MSCI membekukan saham-saham Indonesia dalam indeksnya dan mengisyaratkan kemungkinan penurunan status menjadi frontier. Pekan lalu, MSCI memperpanjang tinjauan hingga November untuk menilai reformasi yang telah dilakukan oleh Jakarta.
Dalam konferensi pers online pada hari Senin, Jeffrey menyatakan bahwa IDX terus melaksanakan reformasi pasar modal yang diajukan oleh Jakarta dan akan tetap menjalin “komunikasi intens” dengan penyedia indeks seperti MSCI dan FTSE Russell serta investor global lainnya untuk lebih memahami kebutuhan mereka.

