Salah satu kisah terbesar dari Piala Dunia FIFA kali ini adalah kehadiran tiga tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Mereka tidak hanya mengorganisir turnamen, tetapi juga memanfaatkan sepenuhnya kesempatan bermain di kandang sendiri.
Dari sejarahnya, menjadi tuan rumah Piala Dunia memang sering memberikan keunggulan kompetitif. Negara tuan rumah sering kali melampaui ekspektasi berkat pengurangan tuntutan perjalanan, dukungan dari penonton lokal, dan kenyamanan bermain di tempat yang dikenal. Piala Dunia 2026 ini menjadi unik karena keunggulan tersebut dibagikan antara tiga negara, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia dimainkan di tiga negara.
Hasilnya, turnamen ini menunjukkan bahwa ketiga wakil CONCACAF ini terlihat kompetitif dan nyaman. Amerika Serikat tampil sangat baik dalam kondisi kandang mereka. Mereka memulai kampanye dengan kemenangan 4-1 melawan Paraguay, kemudian disusul dengan kemenangan 2-0 atas Australia. Penampilan tersebut, ditambah dengan dukungan penonton yang luar biasa di Los Angeles dan Seattle, mengantarkan AS meraih juara Grup D dan memperkuat keyakinan bahwa ini mungkin adalah tim Piala Dunia terkuat mereka dalam era modern.
Serangan tim AS sangat energik dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, dimana hubungan antara pemain dan penonton terbukti memberikan dorongan besar. Bagi tim yang kadang tidak selalu mendapatkan dukungan dari penonton lokal, Piala Dunia kali ini penuh dengan stadion yang ramai dan rating televisi yang tinggi.
“Luar biasa. Saya baru saja mengatakan [pada hari Kamis] bahwa Argentina memiliki penggemar yang hebat, tetapi saya rasa kami juga bisa menyamai mereka,” kata Pochettino kepada Fox Sports setelah kemenangan melawan Australia. “Penggemar kami luar biasa. Sangat senang untuk mereka.”
Berbeda dengan Piala Dunia sebelumnya, di mana perjalanan dan lingkungan yang tidak dikenal menjadi penghalang, turnamen kali ini memberi kesempatan bagi USMNT untuk tetap berada dalam lingkungan olahraga dan budaya yang akrab.
Dua kemenangan meyakinkan yang diraih AS di awal turnamen menunjukkan bahwa mereka sangat berkembang dalam kondisi ini. Pertandingan grup terakhir mereka – melawan Turki yang sudah tersingkir – memberi Pochettino kesempatan untuk merotasi beberapa pemain kunci sebelum memasuki babak 32 besar.
‘Tidak Ada yang Mengalahkan Bermain di Rumah’
Meksiko juga merasakan manfaat besar dari bermain di rumah. El Tri membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 melawan Afrika Selatan di hadapan penonton yang meriah dan diikuti dengan kemenangan 1-0 yang sulit melawan Korea Selatan. Hasil-hasil ini memastikan posisi teratas di Grup A dan menjadikan Meksiko sebagai tim pertama yang mencapai babak knockout.
Yang tidak kalah penting, menyelesaikan babak grup di posisi pertama menjamin Meksiko tetap bermain di kandang sendiri untuk masuk ke babak knockout, menjaga atmosfer yang telah membantu kesuksesan awal mereka. Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengakui nilai atas tetap berada di lingkungan yang familiar.
“Tidak ada yang mengalahkan bermain di rumah. Itu sangat berharga,” katanya. “Faktor Meksiko sangat penting bagi kami.”
Dukungan emosional dari penonton Meksiko sangat berdampak. Setiap pertandingan Meksiko terasa seperti perayaan nasional. Stadion-stadion di Mexico City dan Guadalajara selalu dipenuhi dengan semangat. Bahkan saat penampilan tidak terlalu mengecewakan, dukungan penonton membantu menjaga momentum dan memberikan tekanan pada lawan.
Kanada menawarkan contoh menarik lainnya dari keuntungan bermain di rumah. Masuk ke Piala Dunia, Kanada membawa harapan besar setelah beberapa tahun pertumbuhan pesat. Mereka juga belum pernah memenangkan pertandingan Piala Dunia setelah dua kali tampil pada tahun 1986 dan 2022.
Hasil imbang Kanada di Grup B melawan Bosnia dan Herzegovina cukup solid, diikuti dengan kemenangan telak 6-0 melawan Qatar, yang menunjukkan salah satu penampilan paling dominan dari tim manapun selama babak grup. Kemenangan ini menciptakan antusiasme besar di seluruh negara dan memperkuat keyakinan bahwa Kanada bisa menjalani perjalanan terjauh mereka di Piala Dunia.
Menjadi tuan rumah juga mempercepat pengembangan budaya sepakbola di seluruh negeri. Keramaian di Toronto dan Vancouver menciptakan suasana yang sangat berbeda dibandingkan turnamen sebelumnya di mana Kanada tampil sebagai tim tamu. Alih-alih hanya berharap untuk bersaing, kini mereka bermain dengan percaya diri yang nyata.
Selain hasil positif tersebut, struktur turnamen juga meningkatkan keuntungan bagi tuan rumah. FIFA memastikan bahwa setiap tuan rumah memainkan pertandingan grupnya di negara masing-masing, mengurangi perjalanan dan memungkinkan penggemar untuk mengikuti tim mereka dengan mudah selama babak grup.
Format Piala Dunia yang diperluas dengan 48 tim juga menciptakan lebih banyak peluang bagi tuan rumah untuk melaju, terutama dengan adanya jalur kualifikasi bagi tim peringkat ketiga. Namun, manfaat ini mungkin tidak dibutuhkan oleh ketiga tim tersebut untuk mencapai babak 32 besar.
Aspek paling mencolok dari turnamen sejauh ini adalah semua tiga tuan rumah berhasil memberikan performa yang menarik. Sering kali, negara tuan rumah memasuki Piala Dunia dengan beban ekspektasi yang berat dan kesulitan di bawah sorotan. Namun tidak kali ini.
Babak knockout akan menentukan sejauh mana kesuksesan turnamen ini bagi para tuan rumah. Namun untuk saat ini, bukti jelas menunjukkan bahwa keuntungan bermain di kandang tetap menjadi kunci di Piala Dunia kali ini.

