Pasar yang tertekan ini mungkin semakin memburuk akibat dampak yang tertunda, meskipun para analis tetap optimis terhadap strategi raksasa properti.
[SINGAPURA] Beberapa raksasa properti di Metro Manila mulai mengambil langkah defensif. Ini terjadi karena biaya konstruksi yang meningkat, suku bunga yang tinggi, dan melemahnya daya beli akibat krisis Timur Tengah yang memperburuk kondisi pasar yang sudah tidak stabil.
Sektor perumahan dan ritel utama di ibu kota Filipina tampaknya kesulitan untuk bangkit dari kemerosotan setelah pandemi. Industri ini masih berjuang dengan permintaan yang lemah dan pasokan berlebih yang meroket, di tengah masalah ekonomi yang semakin meningkat di negara tersebut.
Penjualan kondominium residensial di area metropolitan yang terbesar dan terpadat di Filipina diproyeksikan akan mencapai tingkat pengambilan yang terendah dalam sejarah pada kuartal pertama 2026, menurut data dari Colliers Philippines.

