Hati-hati, bukan agresi, yang menjadi ciri khas gaya kepemimpinan Suryo Suherman, Direktur Utama operator bioskop terbesar di Asia Tenggara berdasarkan jumlah layar.
Strategi dan cerita yang membentuk pemimpin masa kini
[JAKARTA] Suryo Suherman masih ingat betapa cepatnya optimisme menghilang pada tahun 1998.
Baru pulang dari Boston College, ia kembali ke Jakarta dan bergabung dengan bisnis bioskop keluarganya di saat ekonomi Indonesia sedang berkembang pesat. “Dari 1994 hingga 1997, Indonesia beranjak maju dengan baik,” kenangnya.
Tetapi, kemudian, krisis keuangan Asia melanda.
Krisis tersebut memperlihatkan betapa rapuhnya ekonomi yang terlihat kuat itu. Banyak yang merasakan dampak langsungnya, termasuk Suherman dan bisnis keluarganya. Ujian ini seakan menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya dalam menjalankan usaha.
Dalam menghadapi masa sulit tersebut, Suherman belajar untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Dia menyadari bahwa dalam bisnis, terutama yang berada di industri hiburan, ketahanan dan adaptasi adalah kunci untuk bertahan, bukan hanya semangat dan ambisi. “Kita perlu bijak dalam menghadapi setiap perubahan,” tuturnya.
Mengambil keputusan secara hati-hati membantu Suherman untuk mengembangkan jaringan bioskop yang menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Dengan fokus pada kebutuhan pelanggan dan pengalaman menonton yang menyenangkan, ia mampu menarik lebih banyak penonton meski di tengah persaingan dan tantangan yang ketat.
Di era digital saat ini, Suherman juga semakin menyadari pentingnya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan. Ia memikirkan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi pengunjung bioskop, seperti aplikasi untuk pemesanan tiket online yang semakin memudahkan. “Kami ingin memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi penonton. Teknologi adalah alat yang kami gunakan untuk mencapainya,” jelasnya.
Ketika bertanya mengenai perkembangan industri bioskop ke depan, Suherman optimis. Meskipun ada tantangan yang dihadapi oleh bioskop di tengah maraknya platform streaming, ia percaya jika pengalaman menonton di bioskop tetap tak tergantikan. “Ada sesuatu yang khusus dan magis saat menonton film di layar besar bersama teman-teman atau keluarga,” ujarnya.
Pandemi juga memberikan pelajaran berharga dan refleksi bagi Suherman dan timnya. Meskipun bisnis bioskop sempat terhambat, mereka bangkit dengan strategi yang lebih matang. Penyesuaian terhadap kebiasaan baru penonton menjadi hal yang krusial. “Kami harus terus beradaptasi dan memperhatikan apa yang diharapkan oleh penonton untuk tetap relevan,” tambahnya.
Bagi Suryo Suherman, perjalanan ini bukan hanya tentang membangun bisnis yang sukses, namun juga tentang memahami dinamika pasar dan menggali potensi diri untuk terus maju. Di tengah ketidakpastian, sikap penuh hati-hati dan perhitungan yang matang menjadi fondasi atas prestasi yang diraih hari ini.
Dengan tantangan dan peluang yang terus berubah di industri bioskop, Suherman tampak siap menghadapi setiap langkah ke depan dengan semangat yang tak pernah pudar.

