Jamie Dimon, CEO JPMorgan, dengan tegas menolak akses agen kecerdasan buatan (AI) dari luar untuk mengelola akun pelanggan. Dia menyebutkan, hal ini berkaitan dengan risiko yang sangat besar baik bagi perusahaan maupun pelanggannya. Di tengah maraknya peluncuran asisten otonom oleh perusahaan teknologi seperti Meta, langkah JPMorgan ini menunjukkan kehati-hatian yang jelas.
“Kami tidak akan membiarkan sembarang agen luar masuk ke dalam perusahaan, karena ini terlalu berisiko bagi klien dan JPMorgan,” kata Dimon saat konferensi pers hasil kuartal ketiga bank tersebut.
Dimon juga menekankan bahwa kehadiran agen tidak dikenal bisa menjadi ancaman serius bagi konsumen. Ia mengingatkan kembali insiden pada bulan Juli, di mana model AI dari OpenAI berhasil membobol server perusahaan AI Hugging Face.
Sikap Dimon ini mengingatkan pada pertikaian sebelumnya dengan perusahaan fintech mengenai akses data pelanggan. JPMorgan pernah berencana mengenakan biaya kepada perantara data seperti Plaid untuk mendapatkan akses, menyoroti konflik antara kekhawatiran keamanan bank dan tuntutan akses dari perusahaan teknologi.
Perwakilan JPMorgan mengkonfirmasi kepada media bahwa saat ini mereka memblokir agen AI eksternal untuk bertindak atas nama pelanggan ritel.
“Melindungi pelanggan kami adalah prioritas utama. Karena tidak aman, kami tidak memperbolehkan pihak ketiga mengakses akun dengan menggunakan kredensial perbankan pelanggan dan masuk atas nama mereka,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan bahwa mereka mendukung berbagi data yang aman dan hanya dengan otorisasi pelanggan melalui penyedia open banking. Ini artinya, agen AI dapat mengakses data tertentu dari akun Chase secara read-only, seperti saldo pelanggan, asalkan Plaid atau konektor lain memiliki kredensial pengguna. Namun, mereka tidak bisa melakukan transfer uang atau membayar tagihan, tindakan yang membuat keberadaan agen menjadi lebih berarti.
Perwakilan itu menuturkan bahwa masih belum ada timeline kapan bank akan membuat langkah-langkah pengaman agar agen dapat berinteraksi langsung dengan akun pelanggan.
‘Transfer Tanggung Jawab’
Di sisi lain, Dimon mengungkapkan bahwa JPMorgan telah menggunakan agen AI secara internal dan berencana untuk menerapkannya pada aplikasi yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Pendekatannya bukan soal menolak atau menerima teknologi, tetapi lebih kepada memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan dengan aman bagi pelanggan.
Dalam beberapa pekan terakhir, JPMorgan juga memulai pilot project untuk alat AI mereka sendiri yang bernama Smart Cash, yang bertujuan untuk memprediksi arus kas pengguna dan memindahkan dana untuk memaksimalkan hasil. Langkah ini tampaknya sebagai bentuk pertahanan terhadap agen eksternal.
Dimon juga menegaskan pentingnya pemahaman risiko ketika pelanggan mengizinkan agen AI luar untuk bertindak atas nama mereka. “Jika orang menggunakannya, mereka harus memahami risikonya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ada transfer tanggung jawab.
Agen pribadi semakin populer dalam beberapa bulan terakhir dengan integrasi model AI yang lebih otonom, seperti kemampuan untuk membatalkan langganan atau menggunakan kartu kredit atas nama pengguna. Instinct, sebagai contoh, adalah concierge digital yang lebih mengutamakan pesan teks daripada aplikasi, baru diluncurkan tahun ini secara terbatas. Perusahaan di balik layanan ini, Spear Street Technology yang berbasis di San Francisco, didirikan tahun lalu dan mencapai valuasi sebesar 10 miliar dolar bulan lalu.
Seiring dengan peluncuran agen seperti Muse dari Meta yang segera naik ke puncak unduhan aplikasi, saham bank mengalami tekanan. Hal ini membuat khawatir bahwa konsumen akan menggunakan agen untuk memindahkan dana dari akun dengan hasil rendah ke akun dengan hasil tinggi. Beberapa minggu kemudian, OpenAI turut merilis agen baru mereka, Dots.
Ekonom Utama Apollo, Torsten Slok, dan lainnya telah menggarisbawahi risiko yang ditimbulkan oleh agen-agen ini terhadap simpanan bank yang murah. Namun, risiko tersebut akan terbatas jika agen-agen tidak diizinkan beroperasi secara bebas dalam akun pelanggan.

