KB Securities baru-baru ini menaikkan target harga saham SK Hynix menjadi 3 juta won Korea, yang menunjukkan kapitalisasi pasar sekitar $1 triliun. Jika berhasil mencapai angka ini, SK Hynix bakal jadi perusahaan Korea Selatan kedua yang mencapai pencapaian luar biasa ini setelah Samsung Electronics.
Dengan peringkat “Buy” yang tetap mereka berikan untuk saham ini, KB Securities juga memperkirakan kenaikan keuntungan operasional untuk kuartal kedua dan sepanjang tahun. Saat ini, kapitalisasi pasar SK Hynix sudah mencapai 1,276 triliun won atau sekitar $852 miliar per 16 Mei. Ini menunjukkan potensi luar biasa bagi perusahaan ini dalam jangka panjang.
Langkah KB Securities untuk menaikkan target harga ini didorong oleh ramalan harga yang melonjak untuk chip DRAM dan NAND. Mereka memperkirakan harga jual rata-rata untuk kedua jenis produk ini bakal naik 194 persen dan 244 persen masing-masing pada tahun 2026, didorong oleh permintaan yang meningkat dari pusat data kecerdasan buatan (AI).
Dilaporkan bahwa operator AI menyumbang 70 persen dari total pengiriman memori. SK Hynix dan Samsung telah menikmati peningkatan permintaan memori dalam setahun terakhir, yang membuat harga produk mereka meroket.
Menurut Kim, penggunaan token di empat perusahaan teknologi besar meningkat tiga kali lipat dalam enam bulan dan tujuh kali lipat dibandingkan tahun lalu, dikarenakan aplikasi AI yang semakin banyak mengonsumsi sumber daya memori.
Perusahaan sekuritas ini menyebut bahwa SK Hynix memasuki era yang mereka sebut sebagai “zero-supply” de facto, dengan tidak ada jalur produksi memori baru yang diperkirakan online sebelum tahun 2027. Kontrak pasokan jangka panjang yang berjalan hingga 2028 hingga 2030 dianggap mirip dengan model pabrik, yang dapat mengurangi volatilitas pendapatan dan mendukung penilaian ulang terhadap saham ini.
Pada tahun 2026, KB Securities memprediksi SK Hynix menduduki peringkat pertama secara global dalam hal margin operasional yang mencapai 78,1 persen, mengungguli Nvidia dan Saudi Aramco.
Pengeluaran modal dari empat perusahaan teknologi terbesar diperkirakan naik 77 persen menjadi $725 miliar pada tahun 2026 dan melampaui $1 triliun pada tahun 2027. Kim menegaskan bahwa investasi di AI telah menjadi kebutuhan bertahan hidup daripada biaya yang dapat dikesampingkan, yang menunjukkan bahwa permintaan memori tidak memiliki batas atas yang terlihat dalam waktu dekat.

