[TOKYO] Dua bursa saham besar di Jepang, yaitu Tokyo Stock Exchange (TSE) dan Osaka Exchange (OSE), sedang mempertimbangkan untuk memperluas produk exchange-traded fund (ETF) mereka. Ini termasuk ETF yang menawarkan covered calls untuk menarik lebih banyak investor baru.
Presiden baru OSE, Akira Tagaya, menyampaikan dalam wawancara grup bahwa kedua bursa sedang mempertimbangkan untuk menawarkan ETF call overwriting untuk saham individu. Produk ini dapat menghasilkan pendapatan bagi investor dengan menjual pilihan call sambil memegang posisi di saham tersebut. Ini bisa membuka akses lebih luas ke derivatif bagi berbagai jenis investor. Saat ini, kedua bursa sedang mengukur minat pasar terhadap ETF ini.
Usaha ini menunjukkan ambisi bursa saham Jepang untuk menarik lebih banyak modal global dengan memperkuat area di mana mereka tertinggal dibandingkan rekan internasional, seperti opsi saham individu dan ETF yang dikelola secara aktif. Memperkenalkan ETF covered call yang dikelola secara aktif pada saham individu dapat mendukung pasar tunai dan derivatif sekaligus.
Dalam wawancara terpisah, Presiden TSE, Ryusuke Yokoyama, menegaskan bahwa aliran modal investasi bersifat global dan pasar Jepang telah menjadi jauh lebih internasional. “Ini adalah kompetisi dalam bagaimana kita menarik dana global dan lokal ke pasar modal Jepang melalui produk yang terdaftar,” ujarnya.
Tagaya menambahkan bahwa penambahan covered calls dapat meningkatkan likuiditas opsi saham individu yang terdaftar. Strategi ini umumnya berhasil di pasar bearish atau stagnan, di mana saham yang diharapkan bisa berperforma dengan baik justru tidak memenuhi harapan.
Sementara itu, TSE juga sedang mempertimbangkan untuk mencatatkan ETF yang melacak cryptocurrency, dengan keputusan apapun bergantung pada bagaimana Otoritas Jasa Keuangan Jepang merivisi regulasi yang ada. Yokoyama menyebutkan bahwa bursa sedang berbicara dengan regulator tentang “berbagai topik”.

