Binance Futures baru saja meluncurkan tiga kontrak permanen baru yang terhubung dengan dana yang diperdagangkan di bursa (ETFs) obligasi pemerintah AS. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya Binance untuk memperluas lini produk finansial tradisional yang terk-tokenisasi.
Ketiga kontrak ini mulai tersedia pada tanggal 27 Juli, sesuai dengan Aturan 17 Binance Exchange, yang memungkinkan para trader memiliki akses ke produk finansial tradisional melalui derivatif kripto.
Peluncuran Kontrak ETF Tokenisasi oleh Binance Futures
Pengenalan kontrak dimulai dengan TMFUSDT pada pukul 13:30 UTC. Kontrak ini melacak Direxion Daily 20+ Year Treasury Bull 3X ETF, yang merupakan dana dengan leverage yang berkaitan dengan kinerja obligasi jangka panjang pemerintah AS.
Tak lama setelah itu, tepatnya lima menit kemudian, Binance memperkenalkan TBTUSDT, yang mengikuti ProShares UltraShort 20+ Year Treasury ETF, memungkinkan trader untuk mengambil posisi bearish terhadap obligasi jangka panjang pemerintah AS. Kemudian, pada pukul 13:40 UTC, Binance juga merilis BITOUSDT, sebuah kontrak permanen yang terhubung dengan ProShares Bitcoin ETF.
Semua kontrak ini diselesaikan dalam USDT, diperdagangkan sepanjang waktu, serta menawarkan leverage hingga 25x.
Binance menetapkan ukuran minimum pesanan sebesar 0,01 kontrak, di mana setiap pesanan harus memiliki nilai nominal minimum 5 USDT. Pembayaran pendanaan akan diselesaikan setiap delapan jam, dengan tingkat pendanaan dibatasi antara +2,00% hingga -2,00%. Bursa juga mengonfirmasi bahwa suku bunga yang digunakan dalam formula pendanaan ditetapkan pada 0%.
Listing Ini Mendorong Likuiditas Global di Tengah Pembatasan Regulasi Ketat
Peluncuran kontrak ini juga memperlihatkan perbedaan signifikan antara bursa kripto global dan platform perdagangan yang diatur di AS. Sementara broker seperti Robinhood di AS menghadapi pembatasan ketat terkait produk yang memiliki leverage dan penggunaan kripto sebagai jaminan, Binance terus memperluas akses terhadap produk finansial tradisional yang terk-tokenisasi bagi pengguna di luar AS.
Dengan memperkenalkan kontrak permanen yang terhubung dengan ETF obligasi AS dan Bitcoin, bursa ini menargetkan likuiditas ritel global, khususnya di pasar berkembang dimana akses terhadap produk keuangan AS bisa jadi terbatas atau mahal. Trader dapat mendapatkan eksposur terhadap instrumen ini menggunakan USDT tanpa harus membuka akun pialang tradisional atau memindahkan dana melalui saluran keuangan konvensional.
Di sisi lain, Binance juga telah mengawasi Across Protocol (ACX), Lisk (LSK), dan Stacks (STX) dengan menempatkannya di bawah Monitoring Tag setelah menyelesaikan tinjauan terbaru terhadap aset digital yang terdaftar, yang berarti ketiga cryptocurrency ini akan mendapatkan pengawasan lebih ketat terkait potensi risiko listing.
Kondisi Perdagangan Kontrak yang Perlu Diketahui Pengguna
Binance menyatakan bahwa kontrak baru ini mendukung Multi-Assets Mode, memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat untuk menggunakan berbagai aset yang disetujui sebagai margin perdagangan, bukan hanya satu aset tunggal.
Bursa ini juga menjelaskan bahwa kontrak ini tidak akan menggunakan mekanisme penyesuaian interval pendanaan. Penyesuaian pendanaan akan tetap pada jadwal tetap delapan jam dan tidak akan beralih otomatis ke interval satu jam.
Binance menambahkan bahwa kondisi perdagangan, termasuk batas leverage, tingkat pendanaan, ukuran tick, dan persyaratan margin, mungkin akan disesuaikan tergantung pada kondisi pasar. Pengumuman listing juga akan diutamakan dibandingkan dengan informasi yang bertentangan yang terdapat dalam FAQ Futures untuk kontrak tersebut.

