Investor yang ingin berinvestasi pada saham-saham seperti SpaceX dan Micron Technology kini punya alat baru: futures saham tunggal yang diperdagangkan hampir 24 jam sehari.
CME Group pada hari Senin meluncurkan futures cash-settled untuk 55 saham AS, ditambah kontrak mikro pada 22 saham, sebagai langkah pertukaran ini untuk memasuki pasar yang memungkinkan investor mengambil posisi long atau short dengan leverage sepanjang waktu.
Kontrak ini diperdagangkan di platform Globex milik CME dari Minggu malam hingga Jumat sore, dengan jeda pemeliharaan selama satu jam setiap harinya. Ini memungkinkan investor untuk bereaksi terhadap laporan pendapatan dan peristiwa lainnya yang dapat mempengaruhi pasar di luar jam bursa saham AS yang biasa.
Daftar ini mencakup futures yang terkait dengan SpaceX, salah satu penawaran umum perdana (IPO) terbaru yang paling diperhatikan di Wall Street, serta Micron Technology, Nvidia, Tesla, dan Apple. Kontrak standar mewakili 100 saham dari saham dasar, sedangkan kontrak mikro mewakili 10 saham.
Michael Cyprys, analis dari Morgan Stanley, menyatakan bahwa peluncuran ini adalah pendorong pertumbuhan ritel terbesar tahun ini, dengan lebih dari 35 mitra ritel yang siap untuk hari pertama/minggu pertama.
CME menyebutkan bahwa produk ini dirancang untuk memberikan cara yang lebih sederhana untuk mengekspresikan pandangan bullish atau bearish dibandingkan dengan opsi. Berbeda dengan opsi, futures saham tunggal tidak melibatkan pengurangan nilai seiring waktu atau volatilitas yang berubah, dan hanya memerlukan sebagian kecil modal yang dibutuhkan karena diperdagangkan dengan margin. Kontrak ini diselesaikan secara tunai, dengan penyelesaian akhir berdasarkan harga penutupan resmi saham pada saat jatuh tempo. Futures ini tidak mewakili kepemilikan di perusahaan.
PT CME mengungkapkan kemungkinan untuk memperluas daftar di luar 55 saham awal tergantung pada permintaan pelanggan dan standar pencatatan yang ada.
Saham pertukaran seperti CME telah mendapatkan tekanan tahun ini karena munculnya futures perpetu pada bursa luar negeri dianggap sebagai ancaman yang meningkat bagi bisnis perdagangan tradisional, meskipun sebagian besar saat ini belum legal di AS.
Kalshi dan Coinbase juga baru saja mendapatkan izin tahun ini dari Commodity Futures Trading Commission untuk menawarkan “perps” terkait cryptocurrency, yang merupakan kontrak futures tanpa tanggal kedaluwarsa. Langkah regulasi ini dipandang sebagai sinyal akan persetujuan yang lebih luas untuk jenis produk ini di pasar saham. Futures perpetu di saham luar negeri menjadi sorotan menjelang IPO SpaceX, dengan platform internasional seperti Hyperliquid menawarkan futures perpetu di perusahaan ruang angkasa Elon Musk itu sebelum debut resminya.
Dengan adanya inovasi ini, investor kini memiliki lebih banyak opsi untuk beroperasi di pasar keuangan yang dinamis dan terhubung, menjadikan setiap momen sebagai peluang investasi yang berharga.

