HODL1 Co., Ltd. baru saja menandatangani perjanjian dasar dengan Startale Group Pte. Ltd. untuk menjajaki pengembangan bersama dalam bisnis terkait blockchain, dengan fokus pada Ethereum dan sistem keuangan berbasis on-chain. Kedua perusahaan ini berencana bekerja sama dalam pengembangan teknis, desain produk, dan ekspansi ekosistem di berbagai penggunaan Web3.
Perjanjian ini menyatukan HODL1, yang memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang berfokus pada Ethereum, dan Startale, sebuah perusahaan infrastruktur Web3 yang didukung oleh SBI Group dan Sony Group. Kedua pihak menyatakan bahwa tujuan mereka adalah mendukung penggunaan praktis blockchain dalam sistem keuangan, bukan sekadar aplikasi eksperimental.
Apa rencana HODL1 dan Startale?
Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan produk berbasis blockchain dan mendukung proyek-proyek yang berorientasi pada IP. Ini mencakup pekerjaan verifikasi teknis, dukungan pengembangan produk, dan penciptaan sistem yang bisa diterapkan di jaringan blockchain.
Salah satu area yang menarik perhatian adalah membangun kasus penggunaan di sekitar pembayaran, aset dunia nyata, dan platform Web3 untuk perusahaan. Kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi strategi akuisisi pelanggan dan model bisnis yang bisa mendukung adopsi blockchain secara luas.
Mereka juga berencana untuk meneliti bagaimana stablecoin yang berbasis yen Jepang dapat digunakan dalam sistem keuangan masa depan, bersamaan dengan lebih banyak aplikasi dalam pembayaran digital dan penyelesaian aset.
Bagaimana ini akan memengaruhi perkembangan Ethereum dan keuangan yang ter-tokenisasi?
HODL1 terus membangun bisnisnya di sekitar kepemilikan Ethereum jangka panjang dan pengembangan infrastruktur, sedangkan Startale mengembangkan sistem blockchain seperti Soneium dan platform aset ter-tokenisasi seperti Strium. Kerja sama ini diharapkan dapat menghubungkan upaya-upaya tersebut ke dalam produk dan layanan keuangan yang lebih dapat digunakan.
Kedua perusahaan juga akan melihat kemungkinan kolaborasi terstruktur dengan mitra eksternal untuk memperluas jangkauan ekosistem, termasuk kasus penggunaan perusahaan dan aplikasi keuangan yang dibangun di on-chain.
Mengapa perusahaan Web3 Jepang fokus pada penggunaan blockchain dunia nyata?
Sektor Web3 di Jepang telah bergerak ke arah adopsi blockchain yang teratur, terutama di area aset ter-tokenisasi, stablecoin, dan infrastruktur perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini mulai beralih dari model yang berfokus pada perdagangan ke sistem yang dapat terintegrasi dengan keuangan tradisional.
Pekerjaan Startale dengan SBI Group dan Sony Group mencerminkan arah ini, karena kedua lembaga tersebut mendorong masuk ke pasar ter-tokenisasi dan infrastruktur berbasis blockchain. Strategi HODL1 yang berfokus pada Ethereum menambah lapisan lain, dengan fokus pada posisi aset jangka panjang dan pengembangan infrastruktur ketimbang aktivitas perdagangan jangka pendek.
Di sisi lain, Startale Group baru saja menyelesaikan putaran pendanaan Seri A dengan total $63 juta, mendapatkan dukungan besar dari SBI Group dan Sony Innovation Fund. Pendanaan ini mencakup pemutaran kedua sebesar $50 juta dari SBI dan investasi awal sebesar $13 juta dari Sony Innovation Fund yang diumumkan pada Januari 2026.

