Bitcoin berhasil kembali melambung di atas angka $82,000, membawa semangat bullish di kalangan investor. Namun, ada analisis teknikal menarik yang menunjukkan bahwa reli ini mungkin hanya bagian dari struktur korektif, bukan sinyal awal dari breakout impulsif yang bersih.
Penting untuk memperhatikan perbedaan ini, karena analisis menunjukkan bahwa Bitcoin kini mendekati zona resistensi yang bisa menentukan apakah rebound ini akan terus berlanjut atau justru menjadi jebakan bagi pembeli yang terlambat.
Bitcoin Menuju Zona Resistensi Besar
Harga BTC kembali melejit di atas $80,000 minggu ini, didukung oleh arus masuk yang kuat ke dalam Spot Bitcoin ETFs. Namun, analisis dari Tara—seorang analis kripto—tidak yakin bahwa langkah bullish ini menceritakan keseluruhan cerita.
Pandangan Tara didasarkan pada respons Bitcoin terhadap level retracement makro 0.382. Menurutnya, harga Bitcoin melampaui level tersebut tanpa terlebih dahulu membangun dukungan yang kuat. Hal ini menciptakan situasi di mana pergerakan harga masih mampu naik, tetapi langkah ini rentan karena fondasi di bawah reli tidak sekuat yang diinginkan oleh para bullish.
Akibatnya, ketidakmampuan Bitcoin untuk menetapkan dukungan yang solid setelah melampaui level Fibonacci makro yang penting meninggalkan aset ini dalam posisi rawan, kini menekan harga ke zone resistensi utama antara $85,200 hingga $93,000.
Dalam kerangka waktu jangka pendek, situasinya jelas membaik dari titik terendah awal Februari yang berada di sekitar $60,000. Namun, grafik Tara menunjukkan beberapa level atas yang kini menjadi perhatian. Garis resistensi merah utama pertama berada di sekitar $85,288, yang sesuai dengan retracement 0.382 pada struktur yang diproyeksikan. Di atas itu, level retracement 0.5 dekat $93,099 menjadi ujian yang lebih besar.
Berdasarkan hitungan analis, reli saat ini seharusnya adalah gerakan Counter Wave B dalam tren korektif ABC yang lebih besar. Analis menggambarkan Wave B sebagai salah satu fase yang paling menipu dari siklus pasar, karena bisa membuat trader percaya bahwa koreksi sudah berakhir. Namun, rentang antara $85,200 dan $93,000 mewakili area di mana reli Wave B mulai kehilangan kekuatan.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya? Risiko Jebakan
Sekarang harga Bitcoin sudah mendekati resistensi, pertanyaannya adalah apa yang diharapkan jika harga ditolak di zona tersebut. Fase selanjutnya bisa berbalik turun dan menghukum pembeli yang masuk terlalu terlambat.
Grafik menggariskan kemungkinan ini dengan dua jalur turun yang diproyeksikan dari wilayah resistensi atas. Salah satunya dimulai sekitar $85,000, dan yang lainnya lebih dekat ke level $93,000. Kedua jalur ini menunjukkan bahwa penolakan dari band resistensi bisa membawa harga Bitcoin turun di bawah $60,000.
Jika Bitcoin berhasil menembus di atas $85,200, maka area $93,000 akan kembali beraksi. Gerakan bersih di atas $93,000 akan melemahkan setup korektif bearish. Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di angka $79,742, turun 2% dalam 24 jam terakhir.
BTC diperdagangkan pada $79,994 di chart harian.

