Ketika tekanan semakin meningkat di Washington untuk menyelesaikan ketidakpastian regulasi yang telah berlangsung lama, CEO Ripple, Brad Garlinghouse, secara terbuka mendukung dorongan terbaru Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, agar Kongres segera mengesahkan RUU CLARITY yang telah diperdebatkan. Dukungan ini muncul tak lama setelah Bessent mendesak para pembuat undang-undang untuk mendorong RUU tersebut, dengan peringatan bahwa regulasi yang tidak jelas telah menghalangi inovasi dan investasi kripto di AS, yang kini beralih ke yurisdiksi yang lebih terstruktur seperti Singapura dan Abu Dhabi.
Garlinghouse menegaskan pentingnya langkah ini dalam sebuah tanggapan singkat tetapi tajam di media sosial, menunjukkan bahwa industri siap menerima kemajuan sekarang daripada menunggu kerangka kerja yang sempurna.
Progress > Perfection https://t.co/4QvjNXJSoC
— Brad Garlinghouse (@bgarlinghouse) April 9, 2026
RUU Digital Asset Market CLARITY dirancang untuk menetapkan aturan federal yang jelas tentang bagaimana kriptokurensi diklasifikasikan dan diatur, mengatasi kebingungan yang telah berlangsung lama antara lembaga seperti SEC dan CFTC. RUU ini sudah dalam pengembangan selama bertahun-tahun dan telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 2025, tetapi saat ini terhambat di Senat karena perbedaan pendapat tentang ketentuan-ketentuan kunci.
Industri dan pemerintah sepakat tentang urgensi
Desakan terbaru ini mencerminkan momen langka ketika pejabat pemerintah dan pemain utama dalam industri kripto sejalan. Bessent telah menggambarkan undang-undang ini sebagai hal yang sangat penting, bukan hanya untuk inovasi, tetapi juga untuk daya saing nasional. Ia memperingatkan bahwa AS bisa tertinggal jika kejelasan regulasi tidak ditetapkan dengan cepat.
Suara lain dari ekosistem, termasuk regulator dan pemimpin bursa, juga telah menunjukkan kesiapan untuk menerapkan kerangka kerja ini begitu Kongres bertindak, menyoroti betapa banyaknya industri yang sebenarnya menunggu pergerakan legislatif.
TERKAIT: Penundaan RUU CLARITY AS Memicu Arus Keluar $925 Juta dari Dana Aset Digital
Senat terjebak dalam kebuntuan
Meski momentum semakin kuat, RUU CLARITY masih terjebak di Senat, di mana perbedaan pendapat, terutama mengenai bagaimana imbalan stablecoin seharusnya diperlakukan, terus menghambat kemajuan. Penundaan ini berdampak nyata bagi industri. Para pemimpin industri berargumen bahwa tanpa aturan yang jelas, modal institusional tetap terpinggirkan dan perusahaan terus meluaskan operasi ke luar negeri, di mana ekspektasi regulasi lebih terdefinisi.
Untuk saat ini, pesan baik dari pembuat kebijakan maupun eksekutif industri semakin sulit untuk diabaikan: semakin lama Kongres menunggu, semakin besar risiko bagi AS untuk kehilangan posisinya sebagai pusat ekonomi kripto global.

