Howard Marks memberikan peringatan bagi investor yang sedang berburu barang murah, berujar bahwa pasar saat ini masih jauh dari kondisi tertekan meskipun ada fluktuasi yang terjadi. Co-founder dan co-chairman Oaktree Capital Management ini, yang terkenal karena ramalannya mengenai gelembung dot-com, mengatakan bahwa lingkungan saat ini mencerminkan “tarik ulur” yang sedang berlangsung antara kekuatan bullish dan bearish, dengan optimisme yang dominan sejak akhir 2022. Dinamika ini telah membuat harga aset tetap tinggi dan peluang investasi menjadi langka. “Sebagian besar, ini bukan pasar yang sedang diskon,” kata Marks dalam wawancara di CNBC’s “Squawk Box.” “Sangat sedikit peluang menarik. Peluang bagus muncul ketika orang panik, ingin keluar, dan bersedia menerima harga yang kurang memadai. Itu tidak menggambarkan kondisi hari ini.”
Pernyataan Marks ini datang di saat selera risiko di pasar tetap kuat meski ada guncangan geopolitik. Minggu lalu, saham-saham AS melonjak setelah Iran menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” setelah pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Indeks S&P 500 melewati ambang 7.100 untuk pertama kalinya, sementara Nasdaq Composite mencetak kenaikan beruntun ke-13 dan streak kemenangan terpanjang sejak 1992. Ketegangan antara AS dan Iran meningkat selama akhir pekan, tetapi para trader tampaknya bertaruh bahwa kedua negara pada akhirnya akan mencapai kompromi, memperkuat momentum kenaikan pasar.
Marks menambahkan bahwa keseimbangan kekuatan telah beralih secara tegas ke pihak bullish dalam beberapa tahun terakhir. “Para optimis pada dasarnya telah menang selama 43 bulan terakhir,” jelas Marks. Sekitar Oktober 2022, para pesimis mulai menunjukkan sikap yang lebih konstruktif, dan “mereka pada dasarnya telah menang sejak saat itu.”
Investor tentunya harus lebih selektif dalam memilih peluang, mengingat bahwa harga aset yang tinggi bisa menandakan bahwa pasar belum sepenuhnya memasuki fase pembelian. Di tengah situasi ini, wajar jika banyak investor merasa khawatir untuk melakukan aksi beli secara besar-besaran. Namun, Marks mengingatkan bahwa kesempatan belanja murah biasanya muncul di saat ketidakpastian melanda, ketika pasar terguncang dan para investor panik.
Cara investor melihat pasar saat ini juga harus lebih berhati-hati. Meskipun adanya beberapa sinyal positif, seperti peningkatan harga saham dan optimisme yang mulai muncul, situasi geopolitik yang menyebabkan ketidakpastian tetap harus diwaspadai. Para trader harus siap menghadapi berbagai kemungkinan dan jangan terlalu terlena dengan tren kenaikan yang ada saat ini.
Seperti yang sering dikatakan, dalam dunia investasi penting untuk memiliki keseimbangan antara optimisme dan skeptisisme. Memilih waktu yang tepat untuk berinvestasi bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama di pasar yang sedang tidak stabil. Marks mengingatkan bahwa meski ada harapan untuk pertumbuhan, tetap penting untuk mengkalkulasi risiko dengan baik dan tidak terjebak dalam euforia pasar.

