Berikut adalah pergerakan besar yang terjadi di pasar prapesan baru-baru ini, terutama setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa konflik di Iran masih jauh dari kata selesai.
Saham perusahaan energi mengalami lonjakan signifikan berbarengan dengan kenaikan harga minyak yang meroket lebih dari 7%. Hal ini dikarenakan pernyataan Trump yang menegaskan bahwa perang di Iran akan terus berlanjut. Beberapa nama besar seperti APA naik hingga 4,3%, sedangkan Diamondback Energy, ConocoPhillips, Devon Energy, Exxon Mobil, dan Chevron juga mencatat kenaikan sekitar 3%.
Tidak seperti sektor energi, saham perusahaan pelayaran justru mengalami penurunan. Major cruise operators seperti Carnival, Royal Caribbean, dan Norwegian Cruise Line jatuh sekitar 4% setelah Trump tidak memberikan kejelasan tentang bagaimana perang di Iran bisa diakhiri, yang tentu saja bikin ketakutan akan permintaan yang menurun.
Saham maskapai penerbangan juga terpukul, dengan Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines, dan Alaska Air semuanya terjun sekitar 4% akibat harga minyak yang lebih tinggi.
Di sektor pertambangan emas, harga emas anjlok 1% usai pidato Trump, dan saham-saham perusahaan tambang emas pun mengikuti tren ini. Newmont dan Kinross Gold merasakan penurunan sekitar 5%, sementara Iamgold kehilangan hampir 6% dari nilai sahamnya.
General Motors, produsen otomotif ternama, juga tidak luput dari dampak tersebut, kehilangan lebih dari 1% setelah mengumumkan penjualan kuartal pertama yang terjun 9,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, kenaikan harga minyak juga menjadi beban tambahan bagi General Motors dan produsen mobil lainnya, karena ada kekhawatiran soal pengaruhnya terhadap pengeluaran konsumen yang bisa melemahkan permintaan di pasar otomotif.
Di sisi lain, Globalstar, penyedia layanan satelit mobile, melonjak hingga 15% setelah Financial Times melaporkan bahwa Amazon tengah mempertimbangkan akuisisi perusahaan ini. Namun, saham Amazon sendiri turun lebih dari 2%. Amazon hingga saat ini menolak untuk memberikan komentar, dan Globalstar juga belum merespons permintaan untuk memberikan tanggapan.
Penguin Solutions, penyedia solusi enterprise untuk pasar komputasi, memori, dan LED, juga mengalami kenaikan yang signifikan hingga 10% setelah laporan hasil keuangan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi. Pendapatan disesuaikan mencapai 52 sen per saham, sementara perkiraan konsensus FactSet adalah 42 sen. Total pendapatan tercatat sebesar $343 juta, dibandingkan dengan angka yang diperkirakan oleh analis sebesar $339 juta.
Namun, sektor chip memori mengalami penurunan bersamaan dengan pasar luas. Saham perusahaan seperti Western Digital, Micron Technology, dan Sandisk tumbang hampir 6%, sedangkan Seagate Technology kehilangan 5% dari nilai sahamnya.
Di sisi ekspor, saham eksportir liquified natural gas (LNG) justru mengalami lonjakan, di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan terus mengganggu pasokan global. Venture Global naik 6%, sementara NextDecade dan Cheniere Energy juga mencatat kenaikan sekitar 3%.
Stok pupuk juga mengalami kenaikan, dengan perusahaan-perusahaan seperti CF Industries dan Intrepid Potash masing-masing mencatat kenaikan sekitar 3%, sementara LSB Industries mencapai hampir 5%.
Tak semua kabar baik, saham Immunovant anjlok 6% setelah perusahaan biomedis ini mengatakan bahwa dua studi fase akhir yang menguji batoclimab sebagai pengobatan untuk penyakit mata tiroid gagal.
Pergerakan pasar saat ini sangat dinamis dan berkaitan erat dengan kondisi global dan kebijakan yang diambil oleh para pemimpin dunia. Investor perlu terus memantau perkembangan ini untuk bisa mengambil keputusan yang tepat.

