Intip Tren Menarik di Dunia Akuntansi
Di tengah ketidakpastian yang melanda dunia kerja, posisi akuntansi justru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Bulan lalu, banyak pakar memprediksi bahwa pekerjaan di sektor formal bisa jadi yang pertama terkena dampak dari kecerdasan buatan (AI). Tapi, ternyata ada satu bidang yang justru makin menarik di kalangan generasi muda.
Akuntansi, yang sering dianggap membosankan dan penuh angka, kini mulai menarik perhatian. Di laporan terbaru dari Fortune, terungkap bahwa Generasi Z mulai melirik dunia akuntansi yang menjanjikan kestabilan, permintaan yang stabil, dan gaji awal sekitar $75,000. Bayangkan saja, ini jadi tawaran yang menarik bagi mereka yang baru lulus.
Data pendaftaran mahasiswa semakin menguatkan tren ini. Di tahun 2025, tercatat ada 313,397 mahasiswa yang mendaftar di program akuntansi, naik dari 293,759 di tahun sebelumnya. Penelitian oleh National Student Clearinghouse Research Center menunjukkan bahwa akuntansi memang tengah bangkit kembali.
Angka Penempatan Kerja yang Menggembirakan
Untuk membuktikan hal ini, kita bisa lihat kisah Jack Blazevich, seorang lulusan Universitas Iowa yang baru berusia 24 tahun. Ia meraih gelar akuntansi dan langsung mendapatkan pekerjaan sebagai asisten audit di PwC dengan gaji hampir enam digit. Jack berkata, “Saya belum pernah bertemu dengan orang akuntansi lain yang sulit menemukan pekerjaan.” Menarik, kan?
Di Universitas Iowa, 95% lulusan akuntansi tahun 2025 berhasil mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan, dengan median gaji sebesar $75,000. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan 86% lulusan sarjana secara keseluruhan yang berhasil mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi dalam enam bulan setelah lulus, menurut data dari lembaga penelitian perguruan tinggi NACE.
Contoh lain datang dari Austin Price, seorang mahasiswa akuntansi dari Brigham Young University yang lulus musim semi lalu. Austin menyebutkan bahwa dia dan teman-teman sekelasnya “beruntung bisa memilih dari beberapa tawaran pekerjaan, bukannya khawatir apakah kami akan mendapatkan pekerjaan atau tidak.” Sekarang, Austin bekerja di bidang teknologi risiko di EY.
Peran AI dalam Transformasi Akuntansi
Meski AI sering dianggap sebagai ancaman untuk pekerjaan di sektor formal, nyatanya teknologi ini justru membawa perubahan positif dalam dunia akuntansi. Menurut laporan dari Stanford Graduate School of Business, AI mulai mengambil alih tugas-tugas rutin seperti entri data, pencocokan transaksi, dan pengolahan catatan keuangan. Hal ini memberi waktu lebih bagi para profesional muda untuk fokus pada hubungan dengan klien dan analisis.
Laporan itu menunjukkan bahwa akuntan yang menggunakan alat AI mampu menangani lebih banyak klien setiap minggu dan menutup laporan keuangan sekitar 7,5 hari lebih cepat dibandingkan yang menggunakan metode tradisional. Selain itu, mereka juga menghabiskan 8,5% lebih sedikit waktu untuk pekerjaan administratif.
Walaupun begitu, ada kabar kurang menggembirakan. Sebuah studi dari startup AI, Anthropic, memperingatkan bahwa AI bisa mengambil alih lebih dari 90% pekerjaan yang biasanya dilakukan dalam bidang matematika dan bisnis, yang menjadikan akuntansi sebagai salah satu target utama.
Meski kekhawatiran tentang kehilangan pekerjaan di sektor formal semakin mencuat, revitalisasi pekerjaan di sektor lapangan justru meningkat. Laporan dari lembaga penelitian Validated Insights memprediksi bahwa pendaftaran sekolah perdagangan di AS akan meningkat 6,6% per tahun, jauh lebih cepat dari pertumbuhan 0,8% untuk pendidikan tinggi secara keseluruhan. Di saat yang sama, polling dari FlexJobs di tahun 2025 menunjukkan bahwa 62% profesional bersedia mempertimbangkan pekerjaan di sektor lapangan dengan gaji dan kestabilan yang lebih baik daripada posisi mereka saat ini.

