Departemen Kehakiman AS telah mengeluarkan panggilan untuk beberapa bank besar di AS, termasuk JPMorgan dan Bank of America. Mereka meminta informasi mengenai apakah bank-bank tersebut menutup akun nasabah dengan alasan politik, seperti dilansir oleh Wall Street Journal pada hari Rabu.
Panggilan tersebut berasal dari Kantor Pengacara AS di Washington, D.C., yang dipimpin oleh Jeanine Pirro. Ini adalah bagian dari upaya Presiden Trump untuk mengumpulkan bukti bahwa bank-bank mendiskriminasi konservatif dan industri yang berpolitikan kontroversial, termasuk keluarganya sendiri.
Presiden Trump pernah menyatakan bahwa JPMorgan dan Bank of America memutus aksesnya ke rekening bank dan menolak untuk membuka yang baru setelah kerusuhan pertama di Capitol pada 6 Januari tahun lalu.
Di bulan Agustus, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan regulator perbankan untuk menyelidiki apakah lembaga keuangan terlibat dalam “debanking yang dipolitikkan atau ilegal” dan mengambil tindakan yang tepat, termasuk sanksi finansial. Menurut laporan, Kantor Pirro kini meminta informasi dari beberapa bank terbesar.
Bank-bank tersebut menegaskan bahwa mereka tidak menutup rekening karena alasan agama atau politik.
Proses tinjauan ini dulunya menjadi tanggung jawab Kantor Pengawas Mata Uang (OCC), sebuah lembaga di Departemen Keuangan yang mengawasi bank-bank terbesar di negara tersebut. Perintah eksekutif Trump juga memerintahkan regulator untuk merujuk masalah tersebut kepada jaksa agung jika diperlukan.
Regulator di OCC tidak mengirimkan rujukan ke Departemen Kehakiman, dan kantor Pirro membuka penyelidikannya secara independen. OCC dan kantor pengacara AS kini sedang berkoordinasi dalam penyelidikan mereka.
Panggilan tersebut, beberapa di antaranya dikirim tahun lalu, meminta bank untuk memberikan daftar orang yang diduga “debanked” dan informasi mengenai alasan penutupan akun tersebut.
OCC merilis laporan awal pada bulan Desember yang menyatakan bahwa mereka menemukan bukti awal adanya debanking oleh sembilan bank terbesar. Agensi tersebut mencatat bahwa industri yang terkena dampak antara lain minyak dan gas, batubara, produsen senjata api, dan bisnis hiburan dewasa.
Kantor Pirro kini sedang menyelidiki apakah tindakan bank dapat melanggar undang-undang, termasuk Financial Institutions Reform, Recovery and Enforcement Act tahun 1989, yang biasanya digunakan untuk menuntut penipuan terkait bank.
Trump pada bulan Januari mengajukan gugatan terhadap JPMorgan dan CEO-nya, Jamie Dimon, menuduh bahwa bank tersebut secara tidak tepat menutup akunnya karena alasan politik setelah kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021. Keluarga Trump juga pernah menggugat bank tersebut, yang memberi tahu bisnis yang terkait dengan Trump pada tahun 2021 bahwa lebih dari 300 akun akan ditutup.
Bank-bank tersebut membantah bahwa mereka bertindak secara ilegal dalam menutup akun-akun tersebut.

