[KUALA LUMPUR] Ekspor Malaysia meningkat tajam sebesar 45,4 persen pada bulan Juni, berdasarkan data yang dirilis pemerintah pada hari Senin (20 Juli), meskipun hasil ini masih di bawah ekspektasi pasar.
Menurut survei Reuters terhadap para ekonom, ekspor bulan Juni diperkirakan akan melonjak hingga 52,9 persen. Namun, angka yang sebenarnya kurang menggembirakan.
Sementara itu, impor di bulan yang sama juga mengalami peningkatan, tumbuh 43,9 persen dibandingkan tahun lalu, seperti yang ditunjukkan oleh data dari kementerian perdagangan. Para analis sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 24,4 persen.
Malaysia mencatat surplus perdagangan sebesar RM14,9 miliar (setara dengan US$3,65 miliar) di bulan Juni, jauh lebih rendah dibandingkan estimasi survei yang memperkirakan surplus RM42,4 miliar. Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan dalam ekspor dan impor, hasilnya masih jauh dari yang diprediksi, memberikan gambaran yang lebih kompleks tentang keadaan ekonomi Malaysia saat ini.

