Indonesia sedang fokus untuk meningkatkan pengawasan terhadap ekspor komoditas utama, itu adalah langkah yang diungkapkan oleh Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer di Danantara, setelah pengumuman mengejutkan yang membingungkan para pedagang dan produsen minggu ini.
Pertemuan besar terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana drastis untuk mengalihkan pengiriman minyak sawit, batu bara, dan nikel melalui sebuah entitas milik negara yang akan dikelola oleh dana kekayaan negara. Banyak pihak, termasuk pejabat senior pemerintahan, terkejut dengan pengumuman ini.
Pemerintah ingin meningkatkan akuntabilitas dalam industri komoditas yang terfragmentasi di Indonesia. Namun, merombak jaringan luas yang mengatur perdagangan dan pengiriman sumber daya alam Indonesia ke seluruh dunia, yang saat ini didominasi oleh perusahaan perdagangan global seperti Trafigura Group dan Wilmar International, adalah tugas yang besar bagi dana yang masih baru ini.
Pandu Sjahrir mengatakan dalam wawancara di Bloomberg TV, “Ini adalah langkah yang berani, dan saya rasa itu juga langkah yang tepat. Kami mendengarkan para pelaku pasar untuk memastikan bahwa langkah ini menguntungkan baik untuk produsen maupun pemegang saham yang terlibat.”
Ketika ditanya mengenai kebingungan yang masih ada di pasar, Sjahrir menyebutkan bahwa rincian tambahan akan disampaikan dalam beberapa minggu ke depan. Dia menambahkan bahwa fokus awal dari entitas ini adalah pada perdagangan batu bara dan minyak sawit mentah, dua komoditas di mana Indonesia memiliki peran besar. Prabowo juga menyebutkan feronikel, yang merupakan industri ekspor utama lainnya.
Namun, Sjahrir tidak memberikan rincian tentang aspek lain dari perdagangan yang saat ini ditangani oleh perusahaan perdagangan besar yang memiliki pengalaman puluhan tahun di bisnis yang intensif modal ini, termasuk logistik dan pembiayaan.
“Yang perlu dicatat adalah perbedaan yang jelas: ini akan menjadi operator bisnis, bukan regulator,” tambahnya, menekankan bahwa Danantara akan berusaha menarik “tenaga terbaik dari pasar” untuk menjalankan lembaga baru ini yang akan beroperasi sesuai dengan standar tata kelola yang berlaku.
“Kami berharap pada awal Januari, kami akan beroperasi secara penuh,” ujar Sjahrir.
Kepala eksekutif Danantara menjelaskan bahwa eksportir diwajibkan untuk melaporkan penjualan mereka kepada dana mulai 1 Juni mendatang.
Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini sebelumnya telah memperkenalkan kebijakan komoditas yang berani, dan Prabowo tampaknya mengambil langkah lebih jauh dengan melawan para taipan di negara ini, serta mengambil alih jutaan hektar perkebunan dan operasi penambangan sejak memegang kekuasaan pada 2024. Rencana ini diyakini pemerintah akan meningkatkan tata kelola dan pengelolaan lahan.
Prabowo, yang merupakan mantan komandan pasukan khusus, berada di bawah tekanan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah guna membiayai subsidi bahan bakar di tengah krisis energi, serta kebijakan mahal yang diperkenalkan oleh pemerintahannya sendiri, termasuk pemberian makanan sekolah gratis.
Kekhawatiran tentang pengeluaran pemerintah yang berlebihan dan penurunan tata kelola telah mengganggu nilai tukar rupiah, memaksa bank sentral negara itu untuk mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada hari Rabu kemarin. Indeks saham Jakarta telah jatuh ke level terendah dalam setahun terakhir, saat para investor mencari kepastian mengenai dampak kebijakan ini terhadap sektor ekonomi yang vital.
Moody’s Ratings menyatakan bahwa rencana untuk memusatkan ekspor komoditas kunci melalui perantara negara membawa risiko tambahan bagi para penambang di negara tersebut dan mengancam untuk merusak kepercayaan terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Baik Moody’s maupun Fitch Ratings telah memangkas prospek kredit untuk Indonesia ke negatif lebih awal tahun ini. Fitch mencatat adanya penurunan konsistensi dan kredibilitas kebijakan dalam menghadapi semakin sentralisasi pengambilan keputusan di bawah Prabowo.

