Lockheed Martin baru saja merilis cuplikan promosi yang memberikan gambaran lebih jelas tentang Vectis, pesawat tempur kolaboratif yang dirancang dengan teknologi stealth untuk operasi masa depan.
Pesawat ini dirancang untuk misi otonom di samping pesawat tempur berawak, seperti F-35 dan platform tempur masa depan lainnya.
Lockheed memperkirakan prototipe pertama Vectis akan terbang pada tahun 2027, sementara empat pesawat tambahan sedang memasuki tahap pengembangan dan pengujian.
Vectis Mengungkap Konfigurasi Senjata Internal
Gambar komputer terbaru menunjukkan intake yang dalam di atas fuselage, menandakan perhatian serius terhadap karakteristik tanda tangan pesawat ini.
Cuplikan tersebut juga menggambarkan Vectis meluncurkan rudal AIM-120 dan GBU-53 Small Diameter Bomb II dari kompartemen senjata internal.
Menjaga senjata di dalam pesawat memungkinkan konfigurasi ini menghindari paparan titik pemasangan eksternal selama misi.
Pengaturan ini mendukung kebutuhan stealth yang berkaitan dengan pesawat, meskipun Lockheed belum merilis spesifikasi performa yang detail untuk Vectis.
Perusahaan ini menggambarkan Vectis sebagai pesawat otonom yang bisa beroperasi secara mandiri atau bekerja sama dengan pesawat berawak saat menjalani misi yang menantang.
Mereka juga telah menampilkan mock-up skala penuh yang memiliki panjang sekitar 34 kaki dengan lebar sayap sekitar 38 kaki.
Dimensi tersebut mendefinisikan ukuran fisik pesawat, tetapi informasi penting mengenai propulsi, muatan, dan sistem lainnya masih belum diungkap.
Ron Fehlen, Wakil Presiden dan Manajer Umum Lockheed Martin Skunk Works, mengungkapkan bahwa desain ini ditujukan untuk memenuhi tuntutan pelanggan yang ketat.
“Spesifikasi teknis, seperti yang bisa Anda bayangkan, dirancang untuk memenuhi, dan dalam beberapa kasus, melampaui ekspektasi pelanggan dan kebutuhan misi yang mereka inginkan,” kata Fehlen.
Keterjangkauan Tetap Menjadi Fokus Utama Pengembangan Increment 2
Lockheed mengklaim bahwa pesawat ini dapat bertahan, terjangkau, dan adaptif untuk berbagai misi, meskipun biaya produksi yang diproyeksikan belum diungkapkan.
“Dirancang untuk keterjangkauan dan dibangun untuk ketahanan, ia memberikan fleksibilitas yang diperlukan dalam lingkungan operasional saat ini. Ini adalah masa depan kekuatan udara, dibangun dengan cara Skunk Works,” tambah Lockheed.
Vectis sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan Increment 2 Angkatan Udara setelah Lockheed gagal dalam kompetisi Increment 1 sebelumnya.
Untuk Increment 1, Angkatan Udara memilih FQ-42 dari Anduril dan FQ-44 dari General Atomics, bukan proposal pesawat Lockheed yang lebih mahal.
Lockheed mengurangi kompleksitas dan biaya sambil tetap melanjutkan pengembangan pesawat stealth yang lebih mampu untuk Increment 2.
Kebutuhan Angkatan Udara untuk Increment 2 masih dalam pengembangan, sehingga keseimbangan antara keterjangkauan, ketahanan, dan kemampuan belum sepenuhnya jelas.
Kebutuhan awal Increment 1 mensyaratkan radius tempur lebih dari 700 mil nautika, sementara persyaratan berikutnya bisa menuntut performa yang lebih tinggi.
Pengurangan biaya bisa saja melibatkan fitur stealth yang lebih sederhana dan mesin yang lebih pendek umur menggunakan metode manufaktur seperti pencetakan 3D.
Namun, peran tempur yang lebih menuntut bisa memerlukan propulsi yang mahal, avionik canggih, dan langkah-langkah kompleks untuk mengurangi jejak yang terdeteksi.
Kombinasi ini membawa Vectis berada dalam program akuisisi di mana persyaratan teknis akhir dan tingkat biaya yang diinginkan masih menjadi tanda tanya.

