Checklist Pasar Bear Citi: Memuncak Sejak Krisis Keuangan Global 2008
Citi Research baru saja merilis informasi menarik dari Bear Market Checklist (BMC) mereka, yang kini berada di titik tertinggi sejak krisis keuangan global 2008. Dari 18 indikator yang ada, kini 10 di antaranya menunjukkan sinyal peringatan.
Checklist ini melacak 18 ukuran yang mencakup valuasi ekuitas, pasar kredit, perilaku perusahaan, dan sentimen investor. Setiap indikator diberi penilaian hijau, kuning, atau merah berdasarkan ambang sejarah. Indikator kuning dihitung sebagai setengah poin, sedangkan indikator merah dihitung sebagai satu poin penuh.
Ketika kita melihat angka saat ini, yaitu 10 dari 18, ini jauh dibandingkan dengan puncak 17,5 yang tercatat di bulan Maret 2000 dan 13 sebelum krisis keuangan 2007-08.
Pasar Amerika Serikat masih jadi yang paling tertekan di antara pasar besar lainnya dengan skor 11,5 dari 18, sementara Eropa mencatatkan 5 dari 18.
Citi Research menjelaskan, “Setelah skornya mencapai dua digit, dalam sejarahnya, angka ini cenderung meningkat dengan cepat, yang menandakan kemungkinan percepatan risiko.”
Salah satu indikator peringatan datang dari valuasi. Indeks MSCI AC World saat ini diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (P/E) trailing 24 kali, dan P/E forward 18 kali, sedangkan rasio harga terhadap laba yang disesuaikan dengan siklus (CAPE) mencapai 36. Untuk risiko ekuitas global, saat ini berada di angka 2,5%.
Di Amerika Serikat, valuasi cenderung lebih tinggi, dengan rasio P/E trailing 28, P/E forward 22, dan CAPE 46, serta risiko ekuitas yang sama di angka 2,5%.
Melihat lebih jauh, kurva imbal hasil, yang diukur dari selisih antara imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun dan 2 tahun, menunjukkan angka 41 basis poin baik secara global maupun di Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, saat puncak pasar di Maret 2000, selisih ini tercatat negatif -50 basis poin, sedangkan di puncak Oktober 2007, selisihnya datar.
Indikator sentimen juga menunjukkan optimisme yang meningkat. Indeks Levkovich dari Citi, yang mengukur kepanikan dan euforia investor, mencatat angka 0,87 baik secara global maupun di Amerika Serikat, yang dianggap sebagai kondisi “euforia” oleh broker.
Optimisme di kalangan analis juga tercatat 1,4 deviasi standar di atas rata-rata historis secara global, dan 1,0 deviasi standar di untuk wilayah Amerika Serikat. Aliran dana masuk ke reksa dana ekuitas dalam tiga tahun terakhir mencapai 1,1% dari kapitalisasi pasar global dan 0,4% di AS.
Kegiatan perusahaan juga menunjukkan penguatan. Pertumbuhan belanja modal diperkirakan mencapai 21% secara global dan 33% di Amerika Serikat untuk tahun 2026. Aktivitas merger dan akuisisi global dalam 12 bulan terakhir mencapai 3,7% dari kapitalisasi pasar.
Kegiatan penawaran umum perdana (IPO) juga menunjukkan peningkatan, dengan daftar besar yang diumumkan di AS yang mendorong penerbitan IPO ke 0,4% dari kapitalisasi pasar negara berkembang, menjadikan indikator ini masuk dalam kategori kuning, menurut Citi.
Tingkat profitabilitas tetap solid. Tingkat pengembalian ekuitas global berada di angka 6%, sedangkan di AS mencatat 21%. Earnings per share (EPS) secara global kini 27% lebih tinggi dari puncak sebelumnya, dibandingkan dengan 34% di AS.
Untuk indikator pasar kredit, situasinya relatif stabil. Spread obligasi berisiko tinggi tercatat 263 basis poin secara global dan di AS, sedangkan spread obligasi investasi 73 basis poin. Rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk perusahaan non-keuangan ada di angka 1,3 kali baik secara global maupun di Amerika Serikat.
Meskipun indikator ini tinggi, Citi menyebut bahwa checklist ini “belum menunjukkan keadaan euforia yang terlalu mencolok” dan tetap optimis terhadap prospek ekuitas hingga akhir tahun.

