BitTorrent baru saja mengumumkan program buyback dan burn jangka panjang untuk token BTT yang merupakan token asli mereka. Perusahaan berkomitmen untuk menggunakan 100% pendapatan dari layanan terdesentralisasi yang mereka tawarkan untuk membeli kembali token dari pasar terbuka setiap kuartal.
Dalam pengumumannya, program ini akan mulai diterapkan pada kuartal ketiga tahun 2026. Semua BTT yang dibeli kembali akan dihapus secara permanen dari peredaran melalui proses pembakaran token yang terjadwal. Langkah ini mengaitkan pasokan token langsung dengan pendapatan yang dihasilkan oleh platform, bukan dari dana kas atau modal yang baru dihimpun.
📢 Announcement on the Launch of BTT Buyback Program
We are excited to announce the launch of BitTorrent’s long-term BTT Buyback Program starting in Q3 2026.
As part of this initiative, 100% of revenue generated from BitTorrent’s decentralized services will be allocated to… pic.twitter.com/h0hAMDLrRV
— BitTorrent (@BitTorrent) July 6, 2026
Perusahaan menyebut bahwa pembakaran pertama akan dilakukan pada pertengahan Oktober 2026. Pada saat itu, mereka juga akan mengungkapkan total jumlah token yang dihancurkan, persentase pasokan yang dihapus, dan hash transaksi on-chain untuk verifikasi publik.
Bagaimana cara kerja program buyback dan burn BTT?
Menurut rencana baru ini, BitTorrent akan mengalokasikan semua pendapatan yang diperoleh dari layanan terdesentralisasi mereka untuk membeli BTT setiap kuartal di pasar terbuka. Alih-alih menyimpan token yang telah dibeli, perusahaan akan mengirimkannya ke alamat pembakaran tertentu, sehingga secara permanen mengeluarkannya dari peredaran.
BitTorrent juga menyatakan bahwa mereka akan menerbitkan laporan pembakaran pada tengah bulan pertama setelah setiap kuartal. Setiap laporan akan mencakup detail terkait pembelian kembali, jumlah token yang dibakar, dan catatan on-chain agar pengguna bisa memverifikasi setiap transaksi secara mandiri.
Perusahaan menggambarkan inisiatif ini sebagai mekanisme jangka panjang yang dirancang untuk membuat pengurangan token menjadi transparan seraya mengaitkannya langsung dengan kinerja bisnis platform.
Dari mana dana untuk buyback BitTorrent di masa depan?
Berbeda dengan banyak program buyback token yang mengandalkan dana cadangan, BitTorrent menyatakan bahwa inisiatif ini akan sepenuhnya dibiayai oleh pendapatan yang dihasilkan dari produk terdesentralisasi mereka.
Perusahaan juga mengharapkan kemampuan buyback di masa mendatang akan meningkat seiring diluncurkannya BTTInferGrid, yang diyakini akan menghasilkan pendapatan tambahan untuk ekosistem dan meningkatkan jumlah yang tersedia untuk pembelian token setiap kuartal.
BitTorrent berkomitmen untuk mengaitkan buyback kuartalan langsung dengan pendapatan operasional dan menerbitkan bukti on-chain dari setiap pembakaran, dengan tujuan meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi pasokan beredar BTT dari waktu ke waktu.
Perusahaan terkait Justin Sun masih diawasi
Pengumuman buyback ini muncul beberapa minggu setelah perusahaan lain yang terhubung dengan pengusaha crypto Justin Sun menarik perhatian terkait perkembangan kepatuhan. Pada bulan Juni, HTX menghapus stablecoin USD1 dari platformnya setelah menyatakan bahwa World Liberty Financial membekukan beberapa alamat on-chain yang terkait dengan bursa tersebut. Akibatnya, HTX menghentikan perdagangan USD1 dan mengonversi saldo pengguna yang memenuhi syarat ke USDT dengan rasio satu banding satu.
World Liberty Financial menyebut tindakan ini sebagai bagian dari langkah kepatuhan terhadap sanksi berbasis risiko. Namun, HTX membantah memiliki hubungan antara operasional saat ini dengan entitas yang disanksi seperti Huobi Global S.A. HTX juga meluncurkan platform layanan institusional yang lebih baik yang menggabungkan 10 fungsi inti menjadi satu sistem agar klien institusional dapat mengelola perdagangan, kustodi, dan alat data dengan lebih efisien.

