Citigroup baru saja mengurangi eksposurnya terhadap indeks saham acuan Korea Selatan, KOSPI, dengan alasan pasar terlihat overheat dan risiko yang meningkat akibat suku bunga global yang naik.
Bank ini mengaku telah mengambil untung dari setengah posisi panjang yang dimilikinya, seperti yang disebutkan dalam sebuah catatan. Citi menyatakan bahwa suku bunga global telah melampaui level kunci, yang memicu perdebatan di kalangan investor, apakah meningkatnya imbal hasil dapat mengganggu pasar ekuitas. Meskipun mereka menilai penurunan moderat pada S&P 500 mungkin terjadi, kondisi keuangan saat ini belum cukup mengencang untuk memicu penjualan besar-besaran atau mengakhiri tren bullish.
Namun, situasi di Korea berbeda. Citi mencatat bahwa KOSPI terlihat jauh lebih overbought dibandingkan dengan rekan-rekannya di Amerika Serikat dan menunjukkan tanda-tanda peringatan tambahan, termasuk optimisme yang tinggi di antara investor ritel lokal.
Sampai saat ini, KOSPI melesat dengan kenaikan 74% pada tahun 2026, menjadikannya salah satu pasar saham global dengan performa terbaik tahun ini. Kenaikan ini didorong terutama oleh saham perusahaan chip dan teknologi, seiring dengan optimisme yang meningkat terkait permintaan dari sektor kecerdasan buatan.
Citi menekankan bahwa langkah hati-hati ini tidak berarti perdagangan telah berakhir, tetapi risiko yang meningkat cukup signifikan untuk memanfaatkan keuntungan dari sebagian posisi yang ada.
Dari sisi suku bunga, Citi juga menunjuk pada lonjakan imbal hasil jangka panjang di Inggris dan Jepang. Mereka menyatakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu yang lama bisa membuat kurva imbal hasil semakin curam, terutama di Amerika Serikat.
Kekhawatiran mengenai suku bunga yang lebih tinggi semakin meningkat seiring dengan konflik antara AS-Israel dan Iran, di mana lonjakan harga minyak telah mengakibatkan inflasi global melonjak tajam pada bulan Maret dan April.
Citi menunjukkan bahwa mereka terus memonitor apakah pengetatan kondisi keuangan akan semakin cepat, sambil menyatakan bahwa hubungan antara suku bunga dan ekuitas tetap menjadi perhatian utama dalam percakapan dengan klien mereka.
Untuk saat ini, Citi menilai bahwa tindakan hati-hati dalam mengurangi eksposur terhadap ekuitas Korea Selatan adalah langkah yang bijak, sementara masih mempertahankan setengah posisi lainnya, sehingga tetap dapat mengambil manfaat jika rally terus berlanjut.

