Investing.com — Analis dari Barclays percaya bahwa industri pelayaran berada dalam posisi yang unik untuk meraih keuntungan besar berkat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini bisa memacu lonjakan pendapatan yang signifikan dengan menyederhanakan proses pemesanan yang rumit dan mengurangi ketergantungan pada agen perjalanan pihak ketiga yang mahal.
Pergeseran ke pemesanan langsung
Dalam catatan untuk klien, analis yang dipimpin oleh Brandt Montour menyoroti bahwa sektor pelayaran memiliki “potensi langsung” terbesar dari AI dibandingkan sub-sektor perjalanan lainnya.
Pusat dari peluang ini terletak pada pergeseran menuju pemesanan langsung, yang memungkinkan perusahaan pelayaran untuk menghilangkan peran agen perjalanan tradisional. Barclays memperkirakan bahwa sekitar 3% hingga 6% dari total pendapatan kotor industri saat ini digunakan untuk membayar komisi kepada pihak ketiga.
Dengan memindahkan pemesanan ini ke saluran langsung yang didukung AI, bank ini menghitung potensi kenaikan laba per saham (EPS) antara 12% hingga 45% di kalangan pemain besar.
Para analis mencatat bahwa kompleksitas produk pelayaran, yang sering melibatkan koordinasi penerbangan, ekshibisi, dan paket di kapal, telah membuat agen perjalanan tradisional tetap relevan.
Namun, AI sangat cocok untuk mengatasi hambatan-hambatan ini bagi generasi pelancong yang lebih muda dan lebih melek teknologi.
Barclays mengidentifikasi Royal Caribbean Cruises Ltd (NYSE:) sebagai pelopor saat ini dalam integrasi AI, sementara Norwegian Cruise Line Holdings Ltd (NYSE:) mungkin memiliki peluang relatif terbesar untuk perbaikan.
Peningkatan penemuan dan penetapan harga
Selain penghematan administratif, Barclays berharap AI dapat meningkatkan proses penemuan di awal, membantu perusahaan pelayaran menarik pelanggan baru dan memperluas total pasar yang dapat dijangkau.
Peningkatan penemuan ini diharapkan dapat memperkuat daya tawar harga dalam jangka panjang, meskipun para analis memperingatkan bahwa manfaat ini saat ini lebih sulit diprediksi dibandingkan dengan penghematan komisi yang langsung.
Para analis juga menunjukkan bahwa tingginya skor kepuasan pelanggan dan rendahnya penetrasi pasar menjadi faktor kunci yang memungkinkan pemasaran berbasis AI menjadi sangat efektif.
Sementara transisi ke “robot di kemudi” diharapkan memberikan angin segar bagi industri, bank ini mencatat bahwa kecepatan adopsi akan bervariasi di antara tiga pemain besar.
Carnival Corporation (NYSE:) juga diharapkan mendapat manfaat dari tren ini, meskipun besarnya dampak tergantung pada kemampuan masing-masing perusahaan untuk melakukan transisi dari sistem pemesanan yang sudah ada.
Secara keseluruhan, bank ini tetap optimis terhadap kemampuan sektor pelayaran untuk memanfaatkan teknologi guna melindungi margin di tengah persaingan yang semakin ketat dalam lanskap perjalanan global.

