MSI baru saja mengumumkan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang “paling menantang” sejak berdirinya perusahaan. Dalam situasi ini, krisis RAM yang sedang melanda sangat mempengaruhi produsen laptop ini, memaksa mereka untuk mengurangi produksi notebook entry-level sebesar 30%.
Berita yang kurang menggembirakan ini datang dari manajer umum MSI, Huang Jinqing, dalam panggilan pendapatan terbaru. Mereka berencana menaikkan harga produk gaming antara 15% hingga 30% tahun ini, mengingat adanya kekurangan RAM dan masalah pasokan GPU dari Nvidia, yang mengalami kekurangan stok hingga 20%.
Dampak dari situasi ini adalah MSI akan lebih memfokuskan produksi pada laptop gaming di segmen menengah dan premium. Dengan kata lain, mereka memilih untuk menjual lebih sedikit unit dengan harga lebih tinggi, demi menjaga arus pendapatan tetap konsisten. Huang mengungkapkan bahwa industri PC sedang menghadapi tantangan yang sangat serius, dan tahun ini menjadi salah satu yang paling sulit yang pernah dihadapi MSI.
Selain perubahan dalam fokus produk, MSI juga beralih menggunakan motherboard yang mendukung memori DDR4, karena sebelumnya, pengiriman motherboard DDR5 jauh lebih tinggi. Sekarang, pengiriman motherboard DDR4 jauh lebih banyak dibandingkan DDR5. Ini adalah perubahan besar yang menunjukkan bagaimana industri ini beradaptasi dengan kondisi pasar yang genting.
Analisis: Masa Sulit dengan Beberapa Harapan
VideoCardz memberikan kabar bahwa di Eropa, harga RAM DDR5 mengalami penurunan sekitar 7% pada bulan Maret dibandingkan bulan Februari. Ini bisa jadi sinyal positif meskipun harga DDR5 masih empat kali lipat dari harga sebelum September 2025. Meskipun ada sedikit penurunan, harga tetap jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya, dan itu memicu kekhawatiran di kalangan konsumen.
Banyak yang berharap harga RAM akan terus turun, tetapi ada batasan seberapa tinggi harga bisa naik sebelum konsumen mulai menolak untuk membeli. Di sisi lain, berita mengenai kenaikan harga RAM terus berlanjut, yang menyebabkan kesulitan bagi produsen PC, termasuk HP dan produsen laptop besar lainnya.
Menariknya, meskipun Huang menyebutkan 2026 sebagai tahun yang paling menantang, menggambarkan situasi pasar saat ini, banyak yang sudah merasakan dampak dari pandemi pada tahun 2020. Dia memperkirakan penurunan penjualan PC antara 10% hingga 20% untuk tahun ini, sedangkan analis memperkirakan penurunan sebesar 10% pada tahun 2026. Menjadi masalah serius ketika segmen anggaran dari pasar PC akan terpengaruh paling parah.
Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi, MSI dan produsen lainnya harus bijak dalam merumuskan strategi ke depan agar tetap relevan di pasar yang terus berubah. Penuh harapan bahwa industri bisa bangkit kembali, tetapi kami perlu melihat langkah konkret dari para pelaku industri untuk mengatasi tantangan yang ada.

