Kevin Warsh siap untuk membawa “perubahan rezim” di Federal Reserve, dan kesempatan itu akhirnya datang. Senat telah mengonfirmasi Warsh sebagai ketua Fed yang baru dengan suara 54-45, menggantikan Jerome Powell pada 15 Mei mendatang, seperti dilaporkan oleh The New York Times.
Warsh menghadapi tantangan berat di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Kenaikan harga energi akibat konflik di Iran telah mendorong inflasi melonjak tajam, sehingga mengurangi kemungkinan pengurangan suku bunga yang awalnya diperkirakan untuk tahun ini. Investor telah banyak yang mengabaikan pengurangan suku bunga untuk tahun 2026, dan kini ekspektasi beralih ke kemungkinan kenaikan suku bunga tahun depan.
Powell sendiri mengumumkan bahwa ia akan tetap menjadi anggota dewan di Fed hingga Januari 2028, meskipun ia menyatakan akan menjaga “profil rendah.” Hal ini bisa menimbulkan dinamika yang canggung saat Warsh mulai melaksanakan perubahan yang dijanjikannya.
Tugas pertama Warsh adalah menangani pertanyaan seputar suku bunga, namun pasar tenaga kerja masih terbilang kuat, sehingga tidak ada urgensi untuk tindakan segera. Belum ada pejabat Fed yang menyerukan kenaikan suku bunga, tetapi semakin banyak yang memberi sinyal bahwa itu mungkin akan terjadi dalam waktu dekat. Pertemuan pertama Warsh sebagai ketua dijadwalkan pada 16-17 Juni.

