Kinerja Positif Citadel di Paruh Pertama 2026
Ken Griffin, CEO Citadel, baru-baru ini berbagi kabar baik mengenai kinerja perusahaan hedge fund-nya di paruh pertama tahun 2026. Perusahaan ini mencatatkan hasil positif di berbagai strategi hedge fund yang dijalankan, terutama berkat keuntungan dua digit pada dana trading taktis dan dana ekuitas mereka.
Dana trading taktis Citadel, yang merupakan kombinasi antara investasi ekuitas diskresi dan strategi kuantitatif, mengalami kenaikan sebesar 14,3% hingga akhir Juni. Dalam bulan Juni saja, dana ini naik 3,1%, berdasarkan informasi dari sumber yang akrab dengan laporan kinerja Citadel, yang tidak ingin disebutkan namanya mengingat informasi ini bersifat pribadi.
Menariknya, dana trading taktis Citadel juga dapat bertahan dari gelombang penurunan yang terjadi di akhir Juni, di mana investasi kuantitatif sedang menghadapi tantangan. Pendekatan kuantitatif ini menggunakan model matematis, analisis statistik, machine learning, dan algoritma untuk menemukan peluang investasi, membangun portofolio, dan mengelola risiko.
Awal minggu ini, unit Prime Brokerage Goldman Sachs memberi tahu klien bahwa antara 23 Juni dan hari Senin lalu, strategi long-short sistematis mengalami periode terburuk dalam lima hari sejak Desember 2023. Hal ini disebabkan terutama oleh penyesuaian posisi yang ‘padat’ dan momentum negatif di sisi shorts.
Namun, strategi trading taktis Citadel berhasil menghindari dampak negatif dari penjualan ini, kata sumber tersebut.
Sementara itu, dana ekuitas Citadel mencatatkan pengembalian sebesar 11,2% di paruh pertama tahun ini setelah naik 3,5% di bulan Juni. Dana multistrategi unggulan mereka, Wellington, yang juga merupakan dana terbesar Citadel, mengalami kenaikan sebesar 5,7% hingga akhir Juni setelah mencatatkan kenaikan 1,8% di bulan yang sama.
Dana pendapatan tetap global Citadel juga menunjukkan kenaikan, meskipun tidak signifikan, sebesar 1,7% di bulan Juni, membuatnya tetap stabil sepanjang tahun.
Kenaikan yang dicatatkan oleh Citadel datang di tengah pasar keuangan yang volatile di paruh pertama tahun ini. S&P 500, misalnya, mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,6% hingga Juni. Indeks ini berhasil pulih ke level tertinggi baru setelah mengalami penurunan selama lima minggu berturut-turut di bulan Februari dan Maret.
Para investor terlebih dahulu dihadapkan dengan lonjakan harga minyak akibat konflik di Iran, kekhawatiran mengenai keberlanjutan pengeluaran besar-besaran pada teknologi kecerdasan buatan, dan harapan yang berubah-ubah terkait kebijakan Federal Reserve. Namun, belakangan, rally di pasar mulai meluas tidak hanya terbatas pada saham teknologi terbesar saja.
Hingga 1 Juni, Citadel mengelola sekitar $69 miliar dalam aset. Sayangnya, Citadel tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai hasil ini.

