SpaceX mengalami penurunan tajam setelah mencapai rekor tertinggi pascapenawaran umum perdana (IPO) pada 12 Juni 2026. Meskipun sahamnya telah kehilangan lebih dari seperempat nilainya hanya dalam waktu lebih dari seminggu, para penjual pendek tampaknya masih enggan untuk bertaruh melawan CEO Elon Musk.
Saat ini, harga saham SpaceX turun sekitar 12% dalam minggu ini dan sekitar 28% dari puncaknya pada 16 Juni, yang mengakibatkan hilangnya ratusan miliar dolar dari nilai pasar perusahaan setelah kenaikan yang sangat cepat pascapenawaran umum perdana.
Namun, taruhan bearish belum menunjukkan tanda-tanda meningkat. Saat ini, hanya sekitar 40 juta saham SpaceX yang dijual pendek, yang merupakan sekitar 5% hingga 7% dari total saham yang tersedia untuk diperdagangkan di publik, menurut perkiraan dari S3 Partners.
Pembelian pendek adalah strategi trading yang memungkinkan investor untuk bertaruh bahwa harga suatu saham akan turun.
Lebih dari 60 perusahaan di S&P 500 saat ini memiliki minat pendek yang melebihi 7% dari jumlah saham yang beredar, menurut FactSet. Ini menunjukkan bahwa posisi bearish terhadap SpaceX masih tergolong relatif moderat, meskipun sahamnya baru-baru ini telah merosot.
Lebih dari 30 juta saham SpaceX saat ini tersedia untuk dipinjam, mengindikasikan adanya likuiditas yang cukup di pasar pinjam meminjam sekuritas. Biaya peminjaman juga rendah, dengan biaya tahunan di bawah 1%, menurut S3.
“Saham SPCX telah menarik minat penjualan pendek yang aktif, tetapi data menunjukkan bahwa ini jauh dari kondisi kekurangan pasokan,” ujar Matthew Unterman, kepala riset di S3. “Situasi saat ini lebih seperti penemuan harga normal daripada kandidat yang klasik untuk short-squeeze.”
Untuk saat ini, banyak trader tampaknya enggan untuk menekan posisi pendek pada perusahaan yang tetap menjadi salah satu cerita pertumbuhan yang paling diperhatikan di pasar dengan basis investor ritel yang sangat bersemangat.
Bahkan beberapa skeptis terkenal di Wall Street pun memilih untuk tetap di pinggir. Michael Burry, investor yang terkenal bertaruh melawan pasar perumahan AS sebelum krisis keuangan 2008, mengaku telah mempertimbangkan beberapa cara untuk bertaruh melawan SpaceX tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.
Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan yang signifikan dalam nilai saham, sikap berhati-hati dari para penjual pendek menunjukkan bahwa mereka masih skeptis tentang prospek jangka panjang SpaceX. Ini adalah indikasi bahwa banyak investor masih percaya pada kemampuan perusahaan untuk bangkit kembali dan menciptakan inovasi masa depan yang akan mendorong pertumbuhan dan keuntungan.
Dengan keadaan pasar yang terus berubah, semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh SpaceX dan bagaimana mereka akan menghadapi tantangan ini. Apakah mereka mampu menjaga reputasi sebagai pemimpin di industri luar angkasa dan mengembalikan kepercayaan investor? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

