Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Eksploitasi KelpDAO Senilai $300 Juta Diduga Terfokus pada Jalur Layer 2

Eksploitasi KelpDAO Senilai $300 Juta Diduga Terfokus pada Jalur Layer 2

Rangga
20 April 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Rupiah Tertekan di Rp 18.094 per Dolar AS, Apa yang Menggerogoti Sentimennya?
Market

Rupiah Tertekan di Rp 18.094 per Dolar AS, Apa yang Menggerogoti Sentimennya?

Reihan
Last updated: 6 November 2026 10:37 AM
By
Reihan
3 Min Read
Share
Rupiah Tertekan di Rp 18.094 per Dolar AS, Apa yang Menggerogoti Sentimennya?
SHARE

JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah dibuka sedikit melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Rupiah tercatat turun 0,07% ke level Rp18.094 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026).

Kondisi ini bikin indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan, dibuka anjlok sebanyak 74,43 poin atau 1,48%, kembali ke bawah level 5.000 di angka 4.955. Penurunan ini sejalan dengan hampir seluruh pasar saham dunia yang mengalami kejatuhan.

Ada banyak penyebab di balik pelemahan rupiah. Beberapa mata uang Asia lainnya juga mengalami tekanan terhadap dolar AS. Menurut data Bloomberg, yen Jepang melemah 0,17%, yuan China 0,05%, dan ringgit Malaysia turun 0,29%. Sedangkan baht Thailand dan dolar Singapura masing-masing juga melemah 0,14%.

Di sisi lain, dolar Hong Kong dan won Korea Selatan justru menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong naik 0,04%, sementara won Korea Selatan menguat hingga 0,2%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, juga memberikan insight menarik. Dia menjelaskan kalau imbal hasil atau yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun merosot tajam sebesar 5,3 basis poin (bps) menjadi 4,83%. Yields untuk tenor dua tahun juga turun 12 bps menjadi 4,46%.

Peningkatan permintaan untuk aset safe haven di tengah aksi jual saham membuat yield obligasi pemerintah AS berada di level terendah dalam hampir dua bulan terakhir. Hal ini sedikit meredakan tekanan dalam kondisi keuangan global.

Meski begitu, indeks dolar AS (DXY) tetap stabil di level 101,60 dan masih mencatatkan penguatan 3,34% sepanjang tahun ini. Penurunan yield UST ini pun mengimbangi peningkatan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Cermati Data Tenaga Kerja AS

Pelaku pasar tampaknya akan mengamati dengan seksama laporan ketenagakerjaan AS untuk periode Oktober yang dirilis pada Jumat malam nanti. Hal ini penting sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) untuk Desember mendatang.

Read more  Indonesia Siapkan Stimulus 26,34 Triliun Rupiah untuk Atasi Guncangan Eksternal dan Penurunan Nilai Rupiah

Selain fokus pada data tenaga kerja, prospek kebijakan ekonomi pascapemilu AS juga jadi faktor utama yang mendorong volatilitas di pasar keuangan. The Fed masih mempertahankan kebijakan jeda kenaikan suku bunga sambil menunjukkan kecenderungan hawkish. Namun, pasar mulai menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember menjadi sekitar 66%.

Pejabat The Fed masih menunjukkan dukungan untuk pengetatan kebijakan moneter secara bertahap demi mengembalikan inflasi ke target yang diharapkan. Namun, penurunan harga minyak, melemahnya yield US Treasury, dan meningkatnya volatilitas pasar berpotensi mengurangi urgensi untuk melanjutkan pengetatan moneter.

Dari sisi pasar komoditas, harga minyak mentah Brent mengalami penguatan 4,96% menjadi US$99,3 per barel. Kenaikan ini membawa harga Brent melonjak 63,20% sepanjang tahun ini (year-to-date/ytd).

Terjadinya serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz menjadi salah satu pemicu utama mengapa harga minyak kembali naik, karena muncul kekhawatiran tentang keamanan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article IHSG Berpotensi Melanjutkan Rebound, Simak Pergerakan BBTN dan PGAS! IHSG Berpotensi Melanjutkan Rebound, Simak Pergerakan BBTN dan PGAS!
Next Article Kepala Marinir AS Menuju Laut Baltik untuk Mendukung Misi NATO Lindungi Kabel Bawah Laut Eropa dari Interferensi Rusia Kepala Marinir AS Menuju Laut Baltik untuk Mendukung Misi NATO Lindungi Kabel Bawah Laut Eropa dari Interferensi Rusia
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Starlink Kembali Normal di Ukraina, Jangkauan Internet Semakin Luas!
Starlink Kembali Normal di Ukraina, Jangkauan Internet Semakin Luas!
Bisnis
Stok Gula Rafinasi Terjamin Hingga Desember, Menperin Targetkan Pasokan untuk 2027
Stok Gula Rafinasi Terjamin Hingga Desember, Menperin Targetkan Pasokan untuk 2027
Market
Bursa Telecom Tergerus: Pembicaraan Membangun Ikatan Strategis di Antara TMUS, VZ, T, CCI, dan TEVA
Bursa Telecom Tergerus: Pembicaraan Membangun Ikatan Strategis di Antara TMUS, VZ, T, CCI, dan TEVA
News
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Danantara Indonesia Tegaskan Akan Penuhi Kontrak Ekspor Komoditas, Tapi Siap Tinjau Harga
Market

Danantara Indonesia Tegaskan Akan Penuhi Kontrak Ekspor Komoditas, Tapi Siap Tinjau Harga

Reihan
24 Mei 2026
Transformasi Manufaktur Singapura: Beralih ke AI dan Otomatisasi untuk Masa Depan!
Market

Transformasi Manufaktur Singapura: Beralih ke AI dan Otomatisasi untuk Masa Depan!

Reihan
19 Mei 2026
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q1 Capai Tertinggi dalam 3 Tahun, Namun Momentum Diperkirakan Sudah Memuncak
Market

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q1 Capai Tertinggi dalam 3 Tahun, Namun Momentum Diperkirakan Sudah Memuncak

Reihan
5 Mei 2026
IHSG Berpotensi Melanjutkan Rebound, Simak Pergerakan BBTN dan PGAS!
Market

IHSG Berpotensi Melanjutkan Rebound, Simak Pergerakan BBTN dan PGAS!

Reihan
6 November 2026
Pemerintah Indonesia Turunkan Batas Komisi Maksimal Perusahaan Ride-Hailing Jadi 8% untuk Driver
Market

Pemerintah Indonesia Turunkan Batas Komisi Maksimal Perusahaan Ride-Hailing Jadi 8% untuk Driver

Reihan
2 Mei 2026
IMF: Waspadai Koreksi Pasar AI dan Ancaman Siber bagi Sistem Keuangan!
Market

IMF: Waspadai Koreksi Pasar AI dan Ancaman Siber bagi Sistem Keuangan!

Reihan
13 Oktober 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang dan Lukai Lebih dari 300, Terburuk dalam Satu Dekade di Saudi
Market

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang dan Lukai Lebih dari 300, Terburuk dalam Satu Dekade di Saudi

Reihan
11 Oktober 2026
Inflasi Produsen Tiongkok Melonjak ke Level Tertinggi dalam Empat Tahun, Tekan Profitabilitas Produsen
Market

Inflasi Produsen Tiongkok Melejit ke Level Tertinggi dalam 4 Tahun, Tekanan untuk Para Produsen Semakin Kuat

Reihan
9 Juli 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?