JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/11/2026) berpotensi untuk terus menguat menuju area resistance di 5.072-5.127. Tiga saham yang direkomendasikan untuk dibeli adalah BBTN, INET, dan PGAS.
Berdasarkan riset dari BRI Danareksa Sekuritas, perjalanan IHSG saat ini dipengaruhi oleh fokus sentimen pada cadangan devisa Indonesia yang diumumkan untuk bulan Oktober yang lalu, yang sebelumnya tercatat di US$146,3 miliar. Selain itu, indeks harga properti untuk kuartal III juga menjadi perhatian, yang sebelumnya tumbuh 1,32% YoY. Dari sisi AS, pasar akan mencermati data Non-Farm Payrolls bulan Oktober, di mana konsensus memperkirakan penambahan 65 ribu tenaga kerja, dan tingkat pengangguran yang diperkirakan tetap stabil di angka 4,2%. Data ketenagakerjaan AS ini bisa berdampak terhadap ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta aliran dana asing menuju pasar berkembang.
Secara teknis, IHSG berhasil menembus kembali level psikologis 5.000 dan memiliki peluang untuk melanjutkan technical rebound guna menguji resistance di area 5.072-5.127. Apabila IHSG mampu breakout di level 5.127 dengan disertai peningkatan volume, maka peluang untuk menguat menuju 5.305 semakin terbuka lebar. Namun, volume transaksi tercatat sekitar Rp 9,85 triliun, yang masih di bawah rata-rata 20 hari yaitu Rp 15,49 triliun, serta MACD masih berada dalam area negatif.
Laju IHSG juga terpengaruh oleh penurunan tajam di pasar saham Wall Street, di mana Dow Jones ditutup anjlok sebesar 3,44%. S&P 500 juga mengalami penurunan sebesar 4,36%, dan Nasdaq bahkan merosot hingga 5,52%. Kenaikan harga minyak dunia juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.
Terkait dengan saham yang direkomendasikan, BRI Danareksa Sekuritas menyarankan pembelian saham BBTN dengan target harga di kisaran Rp 930-950, saham INET dengan target harga Rp 174-195, serta PGAS yang memiliki target harga antara Rp 1.445-1.510.
Kemarin, IHSG ditutup melesat hingga 110,49 poin atau setara dengan 2,25%, mencapai level 5.030. Dalam prosesnya, pemodal asing justru melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 65,54 miliar. Penjualan bersih terbesar terjadi pada saham BBRI yang mencapai Rp 176,30 miliar, diikuti BMRI sebesar Rp 171,77 miliar, dan ARCI yang bernilai Rp 51,76 miliar.
Penguatan IHSG didukung oleh kenaikan mayoritas sektor saham, antara lain sektor material dasar yang meningkat sebesar 3,78%, sektor industri naik 2,81%, konsumer non-primer tumbuh 2,43%, serta sektor keuangan yang menguat 1,35%. Sektor lainnya seperti kesehatan, energi, infrastruktur, properti, dan transportasi juga menunjukkan pertumbuhan meskipun dengan persentase yang lebih rendah.
Sejalan dengan lompatan tersebut, beberapa saham mencatatkan penguatan yang pesat. Misalnya, BAJA yang naik hingga 34,72% menjadi Rp 194, BELL yang mengalami peningkatan 34,55% menjadi Rp 74, MKNT yang melonjak 33,33% menjadi Rp 32, serta UVCR yang naik 32,48% menjadi Rp 208. Beberapa saham lain seperti MSKY, BELL, AGAR, YUPI, dan AIMS juga mengalami kenaikan signifikan.

