Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > BRI Dorong Swasembada Protein dengan Penguatan Ekosistem Pangan Hulu-Hilir
Market

BRI Dorong Swasembada Protein dengan Penguatan Ekosistem Pangan Hulu-Hilir

Reihan
Last updated: 3 November 2026 1:56 PM
By
Reihan
5 Min Read
Share
BRI Dorong Swasembada Protein dengan Penguatan Ekosistem Pangan Hulu-Hilir
SHARE

JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembiayaan yang mencakup ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Komitmen ini sejalan dengan agenda swasembada protein nasional yang menjadi fokus pemerintah, termasuk dengan pengembangan sektor perikanan, peternakan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta industri pengolahan.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara CNN Indonesia Agrifood Forum 2026 yang bertema “Swasembada Protein di Tengah Tantangan Pangan Global” yang berlangsung pada Senin (19/10/2026) di Jakarta. Forum ini menghadirkan banyak tokoh penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, serta berbagai pimpinan BUMN.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa swasembada pangan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menyangkut kedaulatan nasional. Ia menekankan pentingnya penguatan sektor pangan dan dukungan terhadap pelaku usaha di level yang paling bawah, seperti nelayan dan pembudidaya ikan.

“Nelayan adalah yang paling terkena dampak. Kami harus memikirkan kepentingan mereka terlebih dahulu,” kata Zulkifli dalam forum. Ia juga menunjukkan pentingnya dukungan infrastruktur, seperti cold storage, dan akses pembiayaan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pelaku usaha di sektor pangan.

Dari sudut pandang Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, sektor perikanan memiliki peran yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Menurutnya, produk olahan dari ikan dan hasil laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai jenis pangan yang lebih bernilai tambah dan lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Dari ikan, produksinya bisa dikembangkan secara luas,” ujar Trenggono saat membahas potensi hasil laut yang sangat besar. Ia menekankan bahwa inovasi dalam pengolahan produk perikanan adalah langkah penting untuk membuat sumber protein ini lebih terjangkau dan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

Read more  Hakim AS Menolak Permohonan Departemen Kehakiman untuk Mengakses Rekam Medis Transgender Rumah Sakit Rhode Island

Posisi Strategis BRI

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa BRI memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem pangan melalui berbagai bentuk pembiayaan. Ia menambahkan bahwa pembiayaan BRI tidak hanya menyasar pelaku usaha yang sudah ada, tetapi juga mereka yang baru ingin memulai usaha.

“BRI siap mendukung dari mereka yang baru punya niat hingga yang sudah besar. Kami menjangkau dari ultramikro, mikro, hingga korporasi. Ini memungkinkan kami untuk melihat keseluruhan ekosistem,” jelas Akhmad.

Menurutnya, penting untuk menyadari bahwa kebutuhan pembiayaan sektor pangan tidak hanya berhenti pada tahap produksi. Pembiayaan harus mencakup dari hulu, yang meliputi penyediaan benih dan pakan, hingga hilir yang mencakup distribusi dan pedagang.

Sebagai contoh, terdapat ekosistem peternakan sapi perah di Malang, di mana BRI memberikan dukungan kepada peternak sebagai produsen, koperasi yang memiliki cold storage, dan industri yang menyerap hasil produksi. Mari kita ingat bahwa pembiayaan tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga terintegrasi dalam rantai nilai yang membangun kesinambungan usaha.

Hingga akhir triwulan II-2026, portofolio kredit BRI tercatat mencapai Rp1.645 triliun, di mana sekitar 75,1% dari total kredit itu disalurkan kepada segmen UMKM. Khusus untuk KUR, sekitar 44% dari total penyaluran selama triwulan II-2026 ditujukan untuk sektor pertanian dan perikanan, yang berperan vital dalam memperkuat ekosistem pangan dan protein nasional.

Akhmad menegaskan bahwa porsi pembiayaan kepada UMKM menjadi prioritas BRI. “Kami tidak boleh kurang dari 75%, itu harus kepada UMKM,” tegasnya.

BRI memiliki sekitar 30 ribu tenaga pemasar di lapangan yang mempunyai spesialisasi di berbagai sektor, seperti peternakan, perikanan, dan pertanian. Kemampuan ini memungkinkan BRI untuk lebih memahami karakteristik usaha serta kebutuhan pembiayaan yang diperlukan oleh para pelaku bisnis.

Read more  Melonjaknya Investasi di Johor melalui JS-SEZ: Dampak dan Tantangan bagi UKM

“Dari awal kita sudah bisa terlibat. Kami bisa mendukung dari hulu hingga hilir, bukan hanya memberikan kredit, tetapi juga memastikan bahwa pembiayaan dapat mengembangkan ekosistem usaha,” tutur Akhmad.

Melalui pendekatan ini, BRI terus memperkuat peran intermediasi perbankan sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional. Pembiayaan diarahkan untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat konektivitas antar pelaku dalam rantai pasok agar tercipta ekosistem pangan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Blackstone: Butuh Investasi Lebih untuk Perkuat Pengembangan AI di Tengah Ancaman Utang yang Meningkat Blackstone: Butuh Investasi Lebih untuk Perkuat Pengembangan AI di Tengah Ancaman Utang yang Meningkat
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

BingX EU Raih Lisensi MiCAR, Perkuat Layanan Crypto Terkontrol di Eropa
BingX EU Raih Lisensi MiCAR, Perkuat Layanan Crypto Terkontrol di Eropa
Kripto
Investor Diminta Perhatikan Nilai Wajar dan Dividend Yield, Bukan Hanya Sentimen MSCI
Investor Diminta Perhatikan Nilai Wajar dan Dividend Yield, Bukan Hanya Sentimen MSCI
Market
Investasi UKM Singapura ke Malaysia Melalui StanChart Melonjak Empat Kali Lipat dalam Setahun!
Investasi UKM Singapura ke Malaysia Melalui StanChart Melonjak Empat Kali Lipat dalam Setahun!
Market
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Sistem Pengembalian Tarif AS Diluncurkan, Ribuan Perusahaan Ajukan Klaim!
Market

Sistem Pengembalian Tarif AS Diluncurkan, Ribuan Perusahaan Ajukan Klaim!

Reihan
21 April 2026
Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tertekan Menuju Rp18.000/US$
Market

Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tertekan Menuju Rp18.000/US$

Reihan
25 Oktober 2026
Saat Thailand Perketat Aturan untuk Turis Asing, Surga Liburan Ini Memikirkan Kembali Sambutannya
Market

Thailand Bersiap Ubah Kebijakan: Destinasi Wisata Ikonik Ini Kaji Ulang Sambutan untuk Turis Asing

Reihan
5 Oktober 2026
Peretasan Teranyar: Hacker Korea Utara Curi Miliaran Dolar, Menurut FBI
Market

Peretasan Teranyar: Hacker Korea Utara Curi Miliaran Dolar, Menurut FBI

Reihan
1 November 2026
Dewan Bunga Thailand Peringatkan Bahaya Stimulus Ekonomi di Tengah Ketegangan Perang
Market

Dewan Bunga Thailand Peringatkan Bahaya Stimulus Ekonomi di Tengah Ketegangan Perang

Reihan
13 Mei 2026
Prospek Cerah Saham Bukit Asam (PTBA): Target Rp 3.480 dengan Potensi Dividen Menarik Rp 242
Market

Prospek Cerah Saham Bukit Asam (PTBA): Target Rp 3.480 dengan Potensi Dividen Menarik Rp 242

Reihan
2 November 2026
Minyak Anjlok, Terhapusnya Keuntungan Perang saat Lebih Banyak Kapal Tanker Melintas di Hormuz
Market

Minyak Anjlok, Terhapusnya Keuntungan Perang saat Lebih Banyak Kapal Tanker Melintas di Hormuz

Reihan
26 Juni 2026
Kepala Keuangan ASEAN Khawatir Dampak Ketegangan Timur Tengah Terhadap Perdagangan
Market

Kepala Keuangan ASEAN Khawatir Dampak Ketegangan Timur Tengah Terhadap Perdagangan

Reihan
10 April 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?