Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tertekan Menuju Rp18.000/US$
Market

Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tertekan Menuju Rp18.000/US$

Reihan
Last updated: 25 Oktober 2026 8:34 PM
By
Reihan
4 Min Read
Share
Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tertekan Menuju Rp18.000/US$
SHARE

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah terus mengalami tekanan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, nilai tukar mata uang Garuda ini masih berada di ambang Rp18.000/US$.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup sedikit menguat sebesar 0,03% pada posisi Rp18.040/US$ pada Jumat (23/10/2026). Kenaikan kecil ini terjadi setelah sebelumnya rupiah melemah 0,25% pada penutupan Kamis (22/10/2026).

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB menunjukkan penguatan sebesar 0,19% ke level 101,802.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS belakangan ini berkaitan dengan yield US Treasury yang yang sudah melampaui 5%. Hal ini membuat minat investor untuk berinvestasi di negara berkembang, termasuk Indonesia, menurun, sehingga meningkatkan permintaan akan dolar AS dan turut memperkuat indeks dolar.

Firman menyatakan, “Dampaknya adalah DXY, indeks mata uang dolar terhadap negara maju sudah menguat. Kemarin sudah tercatat di angka 101,” dalam sesi taklimat media di Gedung BI, Jakarta, yang dikutip pada Minggu (25/10/2026).

Ia juga menambahkan, “Kalau dolar menguat, otomatis mata uang negara berkembang akan mengalami pelemahan, termasuk rupiah.” Selain faktor eksternal, Firman juga mencermati pengumuman dari MSCI yang mempertimbangkan pasar saham Indonesia untuk menjadi Standalone market, yang turut memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.

“Jadi ada aliran modal keluar, tekanan dari global, dan juga faktor domestik yang secara keseluruhan memberikan dampak terhadap nilai tukar rupiah. Inilah kondisi yang kita hadapi saat ini,” jelasnya.

Menyikapi situasi ini, banyak investor yang merasa khawatir akan perkembangan keberlanjutan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan ketidakpastian di pasar global. Banyak yang berpendapat bahwa tren ini bisa berlanjut jika tidak ada langkah preventif atau kebijakan yang bisa mengantisipasi krisis likuiditas di pasar domestik.

Read more  Penjualan XRP Dipicu oleh Likuidasi, Bukan Aksi Dump dari Paus: Data Menunjukkan

Sebagai tambahan, perkembangan ini juga akan sangat mempengaruhi keputusan investasi bagi banyak pihak. Bagi investor, penting untuk mencermati sentimen pasar dan data ekonomi yang muncul, mengingat setiap keputusan investasi harus didasarkan pada analisis yang matang.

Dengan melemahnya rupiah, daya beli masyarakat juga terancam akan berkurang. Biaya impor yang tinggi dapat berdampak langsung pada harga barang dan jasa di Indonesia. Kondisi ini bisa memicu inflasi yang lebih tinggi, yang tentu saja tidak diinginkan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada kesempatan bagi para investor. Mengamati pergerakan dolar dan isu-isu global bisa jadi langkah strategis untuk memanfaatkan adanya celah investasi yang mungkin muncul. Di tengah situasi yang menantang ini, penting bagi investor untuk tetap berpegang pada strategi investasi yang sudah terencana dengan baik.

Di sisi lain, perhatian terhadap perkembangan kebijakan moneter dan fiscal juga menjadi hal yang tidak boleh luput. Kebijakan-kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia akan menjadi faktor kunci dalam merespons gejolak pasar yang terjadi saat ini.

Jadi, sambil memantau setiap berita dan perkembangan yang ada, siapakah yang bisa memanfaatkan momentum ini untuk meraih keuntungan? Pastikan tetap mengikuti tren dan melakukan analisa, karena dalam dunia investasi, risiko dan peluang selalu berjalan beriringan.

TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Wikipedia Lumpuh: Apa yang Terjadi dan Apa yang Perlu Kita Ketahui? Wikipedia Lumpuh: Apa yang Terjadi dan Apa yang Perlu Kita Ketahui?
Next Article Apakah AI Akan Mengungkap Kerawanan Infrastruktur Internet? Apakah AI Akan Mengungkap Kerawanan Infrastruktur Internet?
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Inflasi Korea Selatan September Mereda ke 2,9% YoY, Sesuai Prediksi Pasar
Inflasi Korea Selatan September Mereda ke 2,9% YoY, Sesuai Prediksi Pasar
Market
Risiko Kesehatan Finansial dan Mental Meningkat, Apa Dampaknya Bagi Investor?
Risiko Kesehatan Finansial dan Mental Meningkat, Apa Dampaknya Bagi Investor?
News
Kolaborasi di Media Sosial: Alat Terkuat untuk Sukses Bisnis Anda! Temukan Alasannya.
Kolaborasi di Media Sosial: Alat Terkuat untuk Sukses Bisnis Anda! Temukan Alasannya.
Bisnis
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Wawasan Bisnis: Kecerdasan ASEAN 2026 yang Harus Diketahui Investor
Market

Wawasan Bisnis: Kecerdasan ASEAN 2026 yang Harus Diketahui Investor

Reihan
24 Mei 2026
MSCI Turunkan Kriteria Transparansi Aliran Informasi Indonesia, Investor Cermati Implikasinya
Market

MSCI Turunkan Kriteria Transparansi Aliran Informasi Indonesia, Investor Cermati Implikasinya

Reihan
20 Juni 2026
Manajer Investasi Desak Pengetatan Laporan Pasca Skandal di Filipina
Market

Manajer Investasi Desak Pengetatan Laporan Pasca Skandal di Filipina

Reihan
14 April 2026
Revolut X Luncurkan Asisten AI untuk Mendukung Perdagangan dan Manajemen Portofolio Kripto
Kripto

Revolut X Luncurkan Asisten AI untuk Mendukung Perdagangan dan Manajemen Portofolio Kripto

Rangga
12 Juli 2026
Petronas Chemicals Cetak Kemenangan di Asia dengan Lonjakan 102%!
Market

Petronas Chemicals Cetak Kemenangan di Asia dengan Lonjakan 102%!

Reihan
31 Maret 2026
Krisis Kepercayaan Indonesia: Pasar Mencari Makna di Balik Prabowo
Market

Krisis Kepercayaan Indonesia: Pasar Mencari Makna di Balik Prabowo

Reihan
7 Juni 2026
Malaysia Percepat Transisi Energi, Kurangi Pemakaian Batubara di Tengah Lonjakan Permintaan Listrik yang Mencetak Rekor
Market

Malaysia Percepat Transisi Energi, Kurangi Pemakaian Batubara di Tengah Lonjakan Permintaan Listrik yang Mencetak Rekor

Reihan
28 Mei 2026
Anthropic Jadi Harapan Terakhir untuk IPO Besar di Sektor AI Tahun Ini
News

Anthropic Jadi Harapan Terakhir untuk IPO Besar di Sektor AI Tahun Ini

Dirga
20 Oktober 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?