Malaysia menggabungkan kekuatan dua pusat keuangan internasional (IFC) untuk memperkuat posisinya di pasar regional. Penjodohan ini menghubungkan kawasan bisnis Tun Razak Exchange (TRX) di Kuala Lumpur dengan struktur dan izin keuangan lintas batas di Labuan.
Sebuah nota kesepahaman (MOU) ditandatangani pada hari Jumat (18 September) antara TRX City dan Labuan International Business and Financial Centre (IBFC) bertujuan untuk menyederhanakan operasi bagi bisnis yang ingin berkembang di Malaysia dan ASEAN, mengusung strategi “satu ekosistem, dua IFC”.
Kolaborasi ini berfokus pada inisiatif promosi bersama, riset pasar, jaringan bisnis, serta peluang keuangan lintas batas.
Namun, para pemimpin dari kedua lembaga menegaskan saat penandatanganan MOU bahwa beroperasi di TRX tidak otomatis memberikan akses ke insentif pajak atau hak istimewa regulasi di Labuan.
Alih-alih, kemitraan ini menghubungkan dua proposisi yang saling melengkapi: infrastruktur fisik TRX dan konsentrasi talenta keuangan dengan kerangka keuangan internasional Labuan.
Menggabungkan Kekuatan
Labuan IBFC yang didirikan pada tahun 1990 berfungsi sebagai yurisprudensi keuangan internasional dengan kerangka regulasi dan pajaknya sendiri, khusus dalam perbankan lintas batas, asuransi, manajemen kekayaan, dan bisnis internasional.
Dengan sekitar 5.000 entitas dan struktur bisnis aktif, Labuan merupakan rumah bagi bank internasional, perusahaan asuransi, dan penyedia layanan keuangan digital.
TRX sendiri adalah distrik keuangan darat utama di Kuala Lumpur, dirancang untuk mengelompokkan bank terkemuka, inovator teknologi, dan layanan profesional dengan talenta terbaik.
TRX City, yang sepenuhnya dimiliki oleh Menteri Keuangan (Incorporated), bertindak sebagai pengembang utama yang memajukan visi distrik ini menuju manajemen urban yang lebih baik dan peningkatan investasi asing serta pertumbuhan regional.
Pusat keuangan internasional seluas 28 hektar ini kini menjadi pusat bagi lebih dari 120 perusahaan dan 30.000 pekerja. Lembaga keuangan besar seperti HSBC, Prudential, dan Affin Bank berada berdampingan dengan perusahaan teknologi seperti Ant International serta konsultan lainnya di TRX.
CEO Labuan IBFC, Ben Quah, menggambarkan integrasi ini sebagai kombinasi di mana TRX menyediakan “perangkat keras” dan Labuan menyediakan “perangkat lunak”.
Dari sisi praktis, sebuah perusahaan yang terdaftar di Labuan bisa membuka kantor pemasaran di TRX tanpa harus mengubah struktur internasionalnya. Ini memungkinkan perusahaan tersebut memiliki kehadiran di Kuala Lumpur dengan akses ke jaringan bisnis tanpa harus memindahkan struktur utamanya.
Sebaliknya, lembaga keuangan yang sudah beroperasi di TRX bisa mengandalkan Labuan untuk izin, struktur perusahaan induk, atau solusi lain saat melakukan ekspansi ke luar negeri.
“Jika kita menggabungkan dua hal, hasilnya bukan hanya dua. Ini akan menjadi pengganda,” kata Quah.
Kerjasama ini menciptakan saluran dua arah. Perusahaan di Labuan yang mencari kehadiran di Kuala Lumpur bisa mempertimbangkan TRX, sementara bisnis di TRX yang ingin melayani pelanggan internasional dapat memanfaatkan kemampuan lintas batas Labuan.
Penawaran utama dari Labuan mencakup perbankan, manajemen kekayaan, asuransi, layanan keuangan digital, dan keuangan syariah. Istilah-istilah ini mencakup struktur untuk bank komersial dan investasi, yayasan, dan perusahaan asuransi digital.
Quah menambahkan bahwa Labuan menduduki peringkat kedua di Asia untuk asuransi captive, segmen yang masih tergolong berkembang di kawasan ini. Kerangkanya memungkinkan perusahaan untuk mendirikan entitas asuransi sendiri untuk mengelola risiko grup.
Dia juga menekankan bahwa kemampuan Labuan untuk menggabungkan berbagai penawaran, seperti layanan keuangan digital dengan keuangan syariah, dapat membantu Malaysia membedakan diri dari pusat-pusat keuangan Asia lainnya.
Labuan juga berhasil naik dari peringkat ke-55 ke-44 dalam Indeks Pusat Keuangan Global terbaru, menunjukkan semakin meningkatnya profilnya sebagai yurisprudensi keuangan internasional.
Kolaborasi Alih-alih Kompetisi
CEO TRX City, Azmar Talib, mengatakan bahwa kemitraan ini akan memperkuat ekosistem keuangan Malaysia tanpa menciptakan lembaga atau insentif yang tumpang tindih.
Dia mencatat bahwa TRX tidak dimaksudkan untuk menjadi yurisprudensi keuangan yang terpisah; perannya adalah menyediakan infrastruktur bisnis, konektivitas, dan talenta profesional yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan dan industri pendukung.
“Kami tidak ingin menggandakan apa yang sudah ada atau menciptakan sesuatu yang tidak perlu… Kami percaya lebih baik bekerja sama dengan Labuan IBFC yang sudah mapan,” tambah Azmar.
Pengembangan TRX yang lebih luas direncanakan akan mencakup sekitar 24 juta kaki persegi, dengan hampir setengah dari area tersebut untuk kantor. Hingga kini, hampir tujuh juta kaki persegi sudah selesai.
Azmar mengatakan bahwa TRX akan tetap fokus pada layanan keuangan dan bisnis terkait, meski distrik ini tidak mungkin diisi secara eksklusif oleh lembaga keuangan.
Kolaborasi ini muncul saat perusahaan-perusahaan mengevaluasi kembali rantai pasokan, mendiversifikasi operasi regional, dan mencari struktur yang menghubungkan modal, investasi, dan manajemen risiko lintas batas.
Quah menyebutkan kombinasi proposisi ini memberikan Malaysia cerita yang lebih jelas ketika mendekati investor asing: infrastruktur kelas dunia di Kuala Lumpur, akses ke talenta multibahasa, serta biaya operasional yang kompetitif, di samping kerangka keuangan internasional Labuan.
Kedua organisasi berencana untuk melaksanakan pameran dan aktivitas promosi bersama di luar negeri. Fokus mereka akan mencakup bisnis dari pasar Asia seperti Singapura, Taiwan, Tiongkok daratan, Korea Selatan, dan Jepang, serta investor dari Timur Tengah.

