Pasar saham di Hong Kong baru-baru ini diguncang oleh lonjakan harga dua saham teknologi kecerdasan buatan, Zhipu AI dan MiniMax. Pada hari Kamis, sentimen terhadap AI semakin menguat setelah serangkaian peluncuran model dan produk baru yang menggembirakan.
Zhipu, yang diperdagangkan sebagai Knowledge Atlas Tech Joint Stock, meroket hingga 15% mencapai harga tertinggi sepanjang masa di HK$999.0. Sementara itu, MiniMax Group Inc juga ikut melonjak sebesar 5.4% hingga mencapai HK$1,053.0. Keduanya berhasil mengungguli penurunan 0.3% yang terjadi pada indeks Hang Seng.
Zhipu menjadi bintang di pasar setelah merilis model AI terbarunya, GLM-5.1, di awal minggu ini, dan juga menaikkan harga modelnya untuk kedua kalinya tahun ini. Lonjakan Zhipu ini tampaknya membawa pengaruh positif pada saham-saham AI lainnya di China, termasuk MiniMax, yang juga terlihat cepat mengambil peluang setelah Anthropic menghentikan dukungan alat pihak ketiga seperti agen AI OpenClaw.
Para operator AI di China memang tengah memanfaatkan tren agen AI ini. Dalam dua bulan terakhir, Zhipu dan MiniMax meluncurkan berbagai alat sejenis yang semakin diminati. Minat terhadap agen AI juga semakin meningkat di China, menunjukkan potensi besar di pasar.
Zhipu dan MiniMax termasuk dalam kelompok yang disebut “harimau AI” di China, yang merupakan startup-startup yang dianggap memimpin usaha pengembangan AI di negara tersebut. Keyakinan terhadap pengembangan AI semakin diperkuat oleh peluncuran model terbaru dari Meta Platforms Inc di Amerika Serikat, serta peluncuran lebih banyak alat dari Anthropic.
Sejak terdaftar di pasar publik awal tahun ini, Zhipu dan MiniMax mencatatkan kenaikan yang luar biasa. Zhipu tercatat naik sekitar 650%, sementara MiniMax meningkat 205%, dengan keduanya jauh melampaui kinerja pasar Hong Kong secara umum.

