Pemerintah Vietnam kini mengubah rencana untuk melarang secara menyeluruh penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin, berkaitan dengan masalah infrastruktur transportasi publik dan jaringan pengisian yang masih terbatas. Di Kota Hanoi, langkah ini bertujuan untuk merespons kualitas udara yang semakin memburuk, dengan tingkat polusi sering kali mencapai level berbahaya.
Pemkot Hanoi sebelumnya merencanakan larangan sepeda motor bensin ini akan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang, namun kini rencananya hanya akan mencakup 11 jalan di pusat kota, dengan luas area sekitar 0.5 km persegi. Jauh lebih kecil dibandingkan rencana awal yang mencakup area sekitar 26 km persegi di dalam Jalan Lingkar 1.
Dalam proposal tersebut, diungkapkan bahwa publik menunjukkan sedikit dukungan terhadap langkah-langkah pembatasan ini, termasuk biaya, batasan, atau larangan terhadap kendaraan pribadi, kecuali ada alternatif yang layak. Seiring dengan itu, adopsi kendaraan listrik (EV) dan penggunaan transportasi publik belum menunjukkan perkembangan berarti akibat kurangnya infrastruktur yang memadai.
Memerangi emisi kendaraan bermotor jadi prioritas utama pemerintah, mengingat tingkat polusi udara di kota-kota besar seringkali berada di ambang bahaya. Contohnya, Hanoi sempat dinobatkan sebagai kota paling tercemar di dunia tahun lalu. Pada bulan Juli lalu, pemerintah memerintahkan agar sepeda motor berbahan bakar gas di pusat kota mulai dihapus dalam waktu satu tahun.
Kota Hanoi sendiri saat ini memiliki lebih dari 6.5 juta sepeda motor dan 1.1 juta mobil, dengan jumlah kendaraan yang terus tumbuh sekitar 15 persen setiap tahunnya. Menurut penelitian dari Kementerian Pertanian, lalu lintas menyumbang hingga 59 persen dari emisi di ibu kota. Dengan penetapan larangan ini, pemerintah berharap dapat mengurangi polusi partikel halus, atau PM2.5, dari sektor transportasi sekitar 20 persen pada tahun 2030.
Sesuai rencana baru, sepeda motor berbahan bakar bensin akan dilarang di zona emisi rendah Hoan Kiem pada malam Jumat dan akhir pekan. Kendaraan bermotor menggunakan gas untuk layanan ride-hailing juga akan dilarang. Truk serta mobil tertentu akan dibatasi atau dilarang pada jam-jam tertentu. Pada tahun 2027, rencana ini akan diperluas ke jalan-jalan lain sebelum memperluas cakupan keseluruhan ke area Jalan Lingkar satu pada tahun 2028.
Salah satu tantangan adalah minimnya layanan transportasi publik. Kota ini hanya memiliki dua jalur metro yang beroperasi, dengan dua jalur lainnya dalam tahap pembangunan. Minimnya jalur bus khusus membuat perjalanan menjadi lambat dan tidak dapat diprediksi, terutama saat jam sibuk.
Di Vietnam, pemerintah saat ini memberikan insentif untuk beralih ke mobil listrik, seperti biaya pendaftaran 0 persen hingga akhir Februari tahun depan. Namun, subsidi yang direncanakan untuk mendorong lebih banyak pengendara sepeda motor beralih masih belum diimplementasikan.
Meski demikian, penjualan sepeda motor listrik pada kuartal pertama tahun ini mengalami peningkatan 8.3 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai 729.121 unit, menurut data dari Asosiasi Produsen Sepeda Motor Vietnam.
Pelaku usaha telah mendesak pemerintah untuk mengumumkan peta jalan yang jelas serta memperkenalkan mekanisme dukungan. Beberapa langkah yang diusulkan termasuk kredit preferensial, pengurangan biaya, serta pembangunan infrastruktur pengisian agar biaya transisi lebih terjangkau.

