Jumlah kedatangan wisatawan asing turun 2,3 persen dari tahun ke tahun menjadi 9,17 juta orang dari 1 Januari hingga 29 Maret.
[BANGKOK] Thailand siap menjalankan reformasi ekonomi dan administrasi yang luas. Mereka berencana meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan biaya bisnis dengan memanfaatkan teknologi, lewat sebuah pernyataan kebijakan yang akan disampaikan Perdana Menteri dalam waktu dekat.
Pernyataan draf yang terlihat dan diverifikasi oleh Reuters pada hari Senin ini juga menekankan dukungan untuk usaha kecil dan menengah, serta akses keuangan yang lebih mudah dan investasi di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, dan energi bersih.
Pernyataan ini juga menyerukan percepatan sebuah undang-undang omnibus dalam tahun ini untuk menghapus regulasi kuno yang menghambat pertumbuhan bisnis. Dalam hal ini, diusulkan pula adanya “super license” yang akan diterapkan dalam waktu 180 hari untuk mendigitalkan layanan negara dan mengurangi birokrasi.
Pemerintah juga merencanakan penggunaan big data dan kecerdasan buatan di sektor pertanian untuk menyelaraskan pasokan dan permintaan, serta meningkatkan pendapatan petani dan ekspor pangan.
Di samping itu, pernyataan kebijakan ini berjanji untuk mereformasi pendidikan yang berfokus pada akses online, keterampilan kerja, dan pelatihan untuk era kecerdasan buatan. Ada juga langkah-langkah kesejahteraan yang lebih luas, termasuk reformasi kesehatan, pembaruan jaminan sosial, dan dukungan yang lebih besar untuk masyarakat yang menua.
Pemerintah juga menjanjikan peningkatan keamanan domestik yang lebih baik, pengetatan terhadap narkoba, serta tindakan terhadap kejahatan transnasional dengan mengkaji ulang aturan masuk bebas visa.
Wisata, yang merupakan penggerak utama ekonomi, akan didorong melalui visa yang fleksibel untuk menarik wisatawan agar tinggal lebih lama.
Tahun lalu, grup bisnis terkemuka Thailand memperkirakan sekitar 32 juta kedatangan wisatawan asing tahun ini, angka yang masih jauh di bawah rekor pra-pandemi hampir 40 juta.
Grup ini juga menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB untuk tahun 2026 menjadi 1,2 hingga 1,6 persen, turun dari 1,6 persen hingga 2,0 persen. Tahun lalu, ekonomi Thailand tumbuh 2,4 persen.

