Nvidia menjadi sorotan setelah CEO-nya, Jensen Huang, merespons kekhawatiran tentang kemungkinan krisis pasar semikonduktor. Dia berani menyatakan bahwa permintaan perangkat keras kecerdasan buatan (AI) kali ini berbeda dari gelembung yang pernah terjadi sebelumnya. Huang menunjukkan bahwa pertumbuhan yang sedang terjadi saat ini lebih dipacu oleh infrastruktur industri yang vital, bukan oleh pengeluaran konsumen yang fluktuatif.
🚨 CEO NVIDIA: “TIDAK ADA KEJATUHAN CHIP UNTUK SEMENTARA” – Axios
Jensen Huang mengatasi ketakutan gelembung AI, berargumentasi bahwa siklus booms dan busts industri chip tidak berlaku di sini. “Kali ini berbeda” karena:
• Siklus sebelumnya dipicu oleh pengeluaran konsumen yang siklikal. Gelombang kali ini adalah… pic.twitter.com/Un3wjaHTKE
— The Moon Show (@TheMoonShow) 24 Juli 2026
Permintaan chip AI berbeda dari siklus teknologi sebelumnya
Sebelumnya, bisnis mikrokontroler terpengaruh oleh siklus penjualan perangkat elektronik konsumen. Namun, Huang menegaskan bahwa keadaan saat ini berbeda. Kecerdasan buatan bukan hanya tren atau produk musiman, tetapi semakin menjadi kebutuhan dasar, sebanding dengan listrik, jalan, dan internet.
Dia memperkirakan bahwa pasar chip harus tumbuh lima hingga sepuluh kali lipat dari ukuran saat ini untuk memenuhi kebutuhan komputasi dunia. Kesenjangan antara pasokan dan permintaan telah menciptakan kekurangan yang berkelanjutan di seluruh industri teknologi. Namun, karena perusahaan sedang membangun sistem penting alih-alih gadget sementara, Huang percaya bahwa permintaan akan tetap kuat dalam waktu yang lama, bukan tiba-tiba merosot.
Ekonomi global merespons ekspansi infrastruktur AI
Negara-negara di seluruh dunia mulai menggelontorkan dana besar untuk infrastruktur AI, yang mengubah struktur ekonomi secara keseluruhan. Sebagai contoh, pemerintah Korea Selatan baru saja meluncurkan rencana senilai $576 miliar untuk memperkuat industri chip mereka. Tujuannya agar negara tidak terjebak dalam rantai pasokan global. Permintaan ini sudah mulai mengubah peta kekuatan perusahaan. Pada Juni 2026, produsen chip SK Hynix berhasil menggeser Samsung Electronics sebagai perusahaan paling bernilai di Korea Selatan.
Di Jepang, Bank Sentral melaporkan bahwa tingginya permintaan terhadap perangkat keras AI justru membantu perekonomian bertahan meski harga minyak meningkat. Namun, pertumbuhan ini menyisakan banyak pertanyaan. Elon Musk baru-baru ini menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa perkembangan AI jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan pemerintah dan lembaga untuk mengikutinya. Hal ini membuat para pembuat kebijakan dan pemimpin teknologi berusaha mencari “ keseimbangan” yang tepat.

