Marc Andreessen adalah sosok yang tak bisa dipisahkan dari era awal internet. Dia menciptakan beberapa browser web pertama, termasuk Netscape dan Mosaic. Dalam beberapa tahun terakhir, Andreessen banyak berbicara tentang tema-tema seperti AI, tetapi komentarnya tentang perangkat lunak benar-benar merangkum bagaimana teknologi berkembang pada awal abad ke-21.
Dalam Dunia Intel
Ketika Andreessen menjalankan perusahaan modal venturanya, Andreessen Horowitz, dia menerbitkan esai yang menjadi tonggak sejarah di Wall Street Journal. Dalam esai tersebut, dia menyoroti pergeseran dramatis yang tengah terjadi di seluruh ekonomi. Dia berargumen bahwa perusahaan perangkat lunak siap mengambil alih industri-industri yang sudah lama ada, seiring dengan pergeseran besar menuju ruang online dan digital.
Salah satu contoh yang dia soroti adalah kesalahan yang dilakukan oleh pengecer buku Borders, yang menutup semua tokonya di AS pada tahun 2011. Pada tahun 2001, Borders menyerahkan bisnis online-nya kepada Amazon, karena mereka menganggap penjualan buku secara online itu “tidak strategis dan tidak penting”.
Andreessen dengan santai berkata, “oops”. Dia kemudian menekankan peran Amazon sebagai perusahaan perangkat lunak dengan mesin inti yang mampu menjual hampir segala sesuatu secara online.
Persaingan Ketat
Dalam perjalanan bisnis yang panjang selama ratusan tahun, telah terjadi gelombang demi gelombang revolusi, dengan teknologi baru yang merevolusi dan memperbarui lanskap. Banyak bisnis bertahan dengan beradaptasi dan berputar arah, tetapi proliferasi perangkat lunak yang cepat selama 30 tahun terakhir kini mengancam memberi jalan kepada era baru yang sepenuhnya berbeda.
Andreessen menekankan bahwa pada tahun 2011, pasar saham “sebenarnya membenci teknologi”, dan bisa dikatakan, pasar saham kembali berpaling dari beberapa raksasa perangkat lunak. Hal ini terjadi karena AI mengancam untuk membuat mereka menjadi usang.
Beberapa tahun kemudian, Jensen Huang, CEO Nvidia, bahkan memperkuat ide yang diajukan oleh pendiri Netscape itu 15 tahun lalu dengan menyatakan bahwa “AI akan menguasai perangkat lunak”.

