David McAfee dari AMD mengisyaratkan bahwa kemungkinan akan ada Ryzen 5 9600X3D yang dirilis akhir tahun ini. Ini merupakan perkembangan menarik setelah peluncuran Ryzen 7 7700X3D yang ditujukan untuk merespons tekanan harga di pasar.
Dalam sebuah wawancara dengan Tom’s Hardware di Computex, McAfee, yang menjabat sebagai wakil presiden sekaligus general manager untuk CPU Ryzen dan Grafik Radeon di AMD, menjelaskan mengapa perusahaan memilih untuk merilis chip X3D dari generasi sebelumnya dibandingkan dengan chip dari lini Zen 5 (Ryzen 9000).
Menanggapi pertanyaan tersebut, McAfee menyatakan bahwa peluncuran CPU terbaru “mungkin sesuatu yang akan kami pertimbangkan untuk dilakukan… akhir tahun ini.” Dia menambahkan bahwa selama sisa tahun ini, pihaknya akan terus mencari cara untuk menyediakan berbagai pilihan dalam produk mereka. Ini karena tekanan yang dihadapi dalam membangun sistem tidak akan hilang dalam waktu dekat.
Meski ini belum bisa dianggap sebagai konfirmasi bahwa AMD akan memproduksi chip X3D baru yang terjangkau untuk Zen 5, namun pengakuan bahwa mereka berpotensi meluncurkan produk tersebut menjadi secercah harapan bahwa AMD masih ingin memberikan opsi yang lebih baik untuk para pembangun PC.
Saat ini, membangun komputer baru menjadi tugas yang cukup menantang karena harga komponen yang terus meningkat. Khususnya, kenaikan harga pada beberapa bagian penting, seperti RAM dan penyimpanan, benar-benar sangat tinggi. Lebih banyak pilihan prosesor yang terjangkau pastinya akan sangat membantu bagi para pembangun yang melakukan DIY, dan juga dapat menjadi solusi bagi komputer siap pakai yang mencari alternatif untuk membangun rig gaming yang lebih murah.
Ucapan McAfee juga membawa sedikit kekhawatiran, terutama saat mengakui bahwa “tekanan dalam membangun sistem tidak akan hilang dalam waktu dekat.” Dengan kata lain, ekspektasi mengenai penurunan harga komponen PC tampaknya masih jauh dari kenyataan, dan hal ini telah menjadi prediksi yang diucapkan oleh banyak pihak. Terutama, para produsen chip RAM yang baru-baru ini memberikan ramalan yang kurang menggembirakan.
CEO AMD, Lisa Su, baru-baru ini memprediksi bahwa permintaan dari sisi konsumen dan gaming akan menurun karena “biaya memori dan komponen yang lebih tinggi†pada paruh kedua tahun 2026. Belum lagi, ketidakpastian seputar situasi pengiriman global juga mempengaruhi rantai pasokan RAM, terutama dengan gangguan yang terus terjadi di Selat Hormuz.
Secara keseluruhan, situasi ini tidaklah menggembirakan, dan kita berharap semoga ada kelegaan dalam bentuk lebih banyak komponen yang terjangkau di pasaran.

