Tiana Sumanasekera, seorang gimnas berbakat berusia 18 tahun dari UCLA Bruins, baru saja membuat keputusan menarik yang mengubah arah kariernya. Setelah menghabiskan waktu di Tim Nasional Wanita AS sejak 2021 dan menunjukkan performa gemilang di berbagai kejuaraan, kini dia siap menghormati warisan keluarganya dengan mewakili Sri Lanka, negara asal orang tuanya, dalam kompetisi mendatang.
Dalam sebuah pengumuman yang mengejutkan, Sumanasekera mengonfirmasi peralihan kewarganegaraannya kepada Federasi Senam Internasional (FIG) pada hari Minggu. Keputusan ini menjadi sorotan setelah dia berhasil mencatatkan banyak prestasi, termasuk menyabet beberapa gelar Pan American dan meraih peringkat ketiga di kejuaraan U.S. Olympic Trials 2024 di balance beam. Dia juga dikenal sebagai gimnas keturunan Sri Lanka pertama yang tampil di panggung internasional mewakili AS.
Setelah berlatih di World Champions Centre di Texas, di mana dia berlatih bersama Simone Biles dan Jordan Chiles, Sumanasekera ikut bergabung dengan tim senam wanita UCLA pada tahun 2025. Di sana, dia bermain peran penting dalam meraih gelar Big Ten Championship 2026 dan membantu tim meraih posisi kelima di Kejuaraan Senam NCAA 2026.
Meskipun tidak berhasil masuk dalam tim yang bersaing di Paris, Sumanasekera sangat antusias dengan kesempatan untuk mewakili budaya keluarganya dalam dua tahun ke depan. Dalam sebuah unggahan di media sosial, dia menyatakan, “Hati saya akan selalu bangga menjadi warga dari kedua negara. Saya tidak bisa lebih bangga dan bersemangat untuk kesempatan istimewa ini. Bersaing di Olimpiade adalah mimpi yang menjadi kenyataan, dan memiliki kesempatan untuk menghormati warisan saya dengan melakukannya untuk negara yang saya cintai sangatlah istimewa.â€
Keputusan ini mencerminkan dedikasi Sumanasekera terhadap ekspresi budaya, yang sering dia tunjukkan dalam rutinitas lantai yang dirancang sendiri. Rutinitas terbarunya untuk UCLA yang menampilkan tema Bollywood pun berhasil menarik perhatian media.
Sumanasekera juga ingin berkontribusi bagi perkembangan senam di Sri Lanka. Dia merasa kegiatan senam kurang terwakili di negara tersebut dan di wilayah Asia Selatan secara umum. “Senam sangat kurang terwakili di Sri Lanka dan Asia Selatan sebagai keseluruhan, jadi saya merasa terhormat bisa membawa representasi ke bagian dunia yang begitu indah dan beragam ini,†tulisnya.
Keberhasilan gimnas Sri Lanka pertama, Milka Gehani, di Olimpiade Tokyo dalam kategori senam menambah harapan baru bagi perkembangan olahraga ini di negara tersebut. Dengan adanya Sumanasekera di tim nasional wanita, diharapkan program senam Sri Lanka bisa berkembang pesat. Dengan potensi yang dia miliki, Sumanasekera bisa menjadi pesaing kuat di final balance beam atau floor exercise di kejuaraan dunia maupun Olimpiade.
Tren pergantian kewarganegaraan di kalangan gimnas AS juga semakin meningkat. Pada 2024, tiga mantan gimnas elit AS mencatatkan sejarah dengan mewakili Filipina di Olimpiade Paris. Di Kejuaraan Pan Amerika yang diadakan bulan Juni, sejumlah gimnas dari Universitas Michigan, Jahzara Ranger dan Sophia Diaz, juga berkompetisi untuk Jamaika dan Republik Dominika.
Walaupun Sumanasekera belum mengumumkan tanggal debut kompetitifnya untuk Sri Lanka, kalender kompetisi semakin padat menjelang Kejuaraan Dunia di Rotterdam, Belanda, pada bulan Oktober. Jika ingin berpartisipasi di Rotterdam, dia harus memenuhi syarat melalui kejuaraan kontinen atau jalur FIG World Cup individu. Dengan Kejuaraan Asia yang akan dimulai pada 25 Juni dan jalur FIG World Cup yang sudah berlangsung, kesempatan untuk berlomba di Kejuaraan Dunia 2026 mungkin sudah tertutup.
Dari sini, langkah Sumanasekera menuju Commonwealth Games Juli mendatang dan secara bertahap menatap LA 2028 akan mulai terlihat lebih jelas pada tahun 2027 mendatang. Semangat dan dedikasinya untuk memajukan senam di Sri Lanka patut diapresiasi, dan banyak kalangan berharap dia dapat mencapai potensi terbaiknya di kancah dunia.

