JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami pertumbuhan pendapatan yang luar biasa hingga September 2026. Namun, sayangnya pertumbuhan ini belum bisa mengangkat kinerja laba bersih perseroan yang merosot tajam. Hal ini disebabkan oleh hilangnya keuntungan non-operasional serta meningkatnya berbagai beban usaha yang membebani perusahaan.
Saham BRPT, yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu, sudah terjun bebas lebih dari 66% hingga menjadi Rp 1.070 sejak awal tahun. Penurunan ini turut berkontribusi pada penurunan tajam indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang anjlok lebih dari 40% dalam periode yang sama.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, Barito Pacific (BRPT) berhasil mencatat pendapatan sebesar US$ 8,69 miliar hingga 30 September 2026. Angka tersebut mencerminkan kenaikan 56,26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang hanya sebesar US$ 5,56 miliar.
Meski pendapatan mengalami lonjakan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru anjlok hingga 60,74% menjadi US$ 228,54 juta per September 2026, dibandingkan dengan US$ 582,15 juta pada periode yang sama di tahun 2025. Secara total, laba periode berjalan Barito Pacific juga merosot dari US$ 1,82 miliar menjadi US$ 616,20 juta.
Salah satu penyebab utama penurunan laba adalah tidak adanya lagi keuntungan dari pembelian dengan diskon yang pernah terjadi pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Pada waktu itu, perusahaan mencatat keuntungan tersebut mencapai US$ 1,81 miliar, tetapi hingga September 2026, tidak ada lagi keuntungan dari pos ini.
Di samping itu, peningkatan beban bahan baku dan biaya produksi juga menjadi faktor yang menekan profitabilitas perusahaan. Beban bahan baku dan biaya produksi sekarang mencapai US$ 7,26 miliar, meningkat signifikan dari US$ 5,16 miliar pada tahun lalu.
Tekanan keuangan juga disebabkan oleh kenaikan beban keuangan yang mencapai US$ 412,93 juta per September 2026, melonjak dari US$ 299,43 juta pada September 2025. Beban penyusutan dan amortisasi turut mengalami kenaikan menjadi US$ 336,07 juta, sedangkan beban umum dan administrasi bertambah menjadi US$ 189,71 juta dari sebelumnya US$ 145,49 juta.
BRPT juga menghadapi kenaikan beban penjualan yang kini mencapai US$ 69,25 juta, naik dari US$ 57,81 juta pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan beban pajak penghasilan bersih juga terlihat, melonjak tajam menjadi US$ 132,37 juta dibandingkan hanya US$ 1,68 juta pada September 2025. Di sisi lain, keuntungan dan kerugian lain-lain bersih mengalami penurunan menjadi US$ 105,13 juta dari US$ 157,28 juta.
Namun, di tengah tantangan tersebut, ada beberapa pos yang tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan Barito Pacific. Bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama meningkat menjadi US$ 99,58 juta, naik dari US$ 75,38 juta. Selain itu, pendapatan keuangan juga menunjukkan peningkatan, menjadi US$ 114,51 juta dibandingkan dengan US$ 111,88 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan kondisi yang beragam ini, penting bagi para investor untuk mengikuti perkembangan Barito Pacific ke depan. Prospek dan strategi perusahaan dalam mengatasi tantangan yang ada menjadi kunci untuk mencapai kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

