Biaya AI Masih Jadi Tantangan Meski Investasi Terus Berlanjut
Meski banyak organisasi yang sudah mulai menerapkan kecerdasan buatan (AI), masih banyak yang kesulitan untuk mendapatkan hasil investasi (ROI) yang diharapkan. Data terbaru dari KPMG menunjukkan adanya peningkatan tekanan akuntabilitas, tata kelola, dan sumber daya manusia di kalangan perusahaan.
Dalam laporan tersebut, penurunan produktivitas teramati dengan angka yang menurun dari 42% menjadi 35%. Selain itu, kecepatan pengambilan keputusan juga turun dari 41% menjadi 36%. Tidak hanya itu, pengurangan biaya juga sedikit menurun dari 31% menjadi 29%.
Namun, data pengeluaran AI yang direncanakan menunjukkan angka yang hampir sama dengan kuartal sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan mungkin berinvestasi tanpa strategi yang jelas untuk memaksimalkan pengembalian yang diharapkan.
ROI AI Masih Menjadi Tantangan Bertahun-tahun Kemudian
Menariknya, hampir delapan dari sepuluh (79%) responden menyatakan bahwa AI tetap jadi prioritas investasi utama bahkan di tengah potensi resesi. Dengan hampir sama, 78% merasa yakin bahwa mereka dapat mempersiapkan strategi AI mereka untuk masa depan.
Akan tetapi, biaya semakin diperhatikan, dengan 22% responden kini mempertimbangkan model AI dengan biaya lebih rendah dibandingkan 15% sebelumnya. Hampir setengah (49%) dari mereka bahkan menunda, menghentikan, atau mengurangi strategi AI mereka karena kekhawatiran biaya.
“AI kini menjadi prioritas dalam manajemen keuangan sama pentingnya dengan manajemen teknologi,” ungkap Rob Fisher, Global Head of Advisory.
Jelas bahwa kemampuan model tidak lagi menjadi faktor pendorong utama dalam investasi AI. Perusahaan mulai memperhatikan berapa banyak yang mereka bayar untuk layanan dan pengembalian yang dijanjikan. Saat ini, hanya satu dari tiga perusahaan (35%) yang memiliki visibilitas penuh atas biaya operasional AI mereka, sehingga masih banyak yang perlu diperbaiki di sini.
Laporan ini bahkan mencatat bahwa mereka yang memiliki visibilitas penuh terhadap biaya AI memiliki kemungkinan 5 kali lipat lebih besar untuk melaporkan ROI. “Kami melihat adanya perbedaan yang jelas antara organisasi dengan akuntabilitas kepemimpinan di puncak dan mereka yang tidak memilikinya,” komentar Steve Chase, Global Head of AI and Digital Innovation.

