Michael Burry, yang terkenal berkat perannya dalam “The Big Short,” baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia telah melakukan taruhan bearish terhadap Caterpillar. Menurutnya, perusahaan pembuat alat konstruksi ini kini menjadi salah satu yang paling overvalued akibat ledakan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).
Burry mengungkapkan bahwa ia melakukan short terhadap saham Caterpillar di harga $1,060.98. Selain itu, ia juga mengambil posisi bearish baru di saham Nvidia, Applied Materials, Tesla, dan iShares Semiconductor ETF (SOXX). Dia memperkirakan bahwa saat ini kita berada dalam fase rally yang berlebihan pada saham-saham terkait AI.
“Caterpillar langsung menarik perhatian saya,” tulis Burry dalam postingan SubStack-nya. “Saya belum pernah melakukan short terhadap Caterpillar sebelumnya. Selama ini, saham ini selalu memberi hasil positif bagi saya.”
Saham Caterpillar mencatatkan kenaikan 86% pada paruh pertama tahun 2026, sehingga menjadikannya salah satu saham dengan performa terbaik di S&P 500 tahun ini. Investor semakin menjadikannya sebagai proxy untuk pembangunan infrastruktur AI global.
Burry mencatat bahwa valuasi saham Caterpillar telah mencapai level yang menarik perhatiannya. Ia membagikan grafik yang menunjukkan rasio harga terhadap penjualan saham Caterpillar meroket ke level tertinggi dalam waktu tiga dekade terakhir, bersamaan dengan lonjakan harga sahamnya ke level rekor.
Investor yang terkenal karena meramalkan dan meraih keuntungan dari krisis hipotek subprime pada tahun 2008 ini juga mengungkapkan kekhawatirannya yang lebih luas tentang valuasi semikonduktor. Menurutnya, Philadelphia Semiconductor Index kini diperdagangkan sekitar 65% di atas rata-rata pergerakan 200 harinya, yang sebelumnya hanya pernah tercapai saat gelembung dot-com pada tahun 2000.
“Penyebab utama dari rally saat ini adalah pengumuman belanja besar dari Korea. Namun, saya melihat ini sebagai awal dari akhir,” tambah Burry. “Hanya tinggal menunggu waktu.”
Pernyataan Burry ini jelas menjadi perhatian di kalangan investor yang selalu mencari tanda-tanda apakah saat ini waktu yang tepat untuk berinvestasi ataukah sudah terlambat. Dengan tren saham yang meningkat tajam dalam sektor-sektor tertentu, banyak yang mulai berspekulasi mengenai keberlanjutan pertumbuhan ini. Apakah kita sedang berada di akhir siklus bullish atau justru akan ada boom lebih lanjut? Satu hal yang pasti, analisis Burry bisa menjadi petunjuk bagi banyak investor untuk menilai risiko dan peluang mereka di pasar saat ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor AI dan semikonduktor memang menjadi primadona di kalangan investor. Namun, sebagaimana terlihat dari pernyataan Burry, pertumbuhan yang cepat ini juga memiliki risiko. Jadi, penting bagi investor untuk tetap waspada dan melakukan analisis yang mendalam sebelum mengambil keputusan.
Kita akan melihat bagaimana pergerakan pasar akan terpengaruh oleh prediksi dan analisis ini ke depannya. Kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar adalah kunci bagi setiap investor untuk bertahan dan berkembang dalam dunia yang dinamis ini.

