Peneliti keamanan Microsoft baru-baru ini menemukan kampanye malware pencuri kripto yang aktif sejak Februari 2026. Malware ini dikenal dengan nama Trojan:Win32/CryptoBandits.A.
Malware ini menyebar melalui USB drive dan memantau clipboard setiap 500 milidetik untuk mengganti alamat dompet yang disalin dengan alamat yang milik penyerang. Kampanye ini menunjukkan evolusi strategis dalam kejahatan siber, mengarah pada penggunaan vektor fisik untuk menembus keamanan aset digital.
🚨MICROSOFT MEMBERI PERINGATAN TENTANG MALWARE PENCURI KRIPTO BARU!!!
Aktif sejak Februari, malware ini mengganti alamat dompet yang disalin dengan alamat penyerang, mencuri frasa kunci, dan bersembunyi lewat Tor.
Menyebar melalui USB drive yang terinfeksi.
Selalu tetap waspada. pic.twitter.com/ho0aCdAY3H
— Crypto Banter (@crypto_banter) 19 Juni 2026
Bagaimana worm clipper mengambil alih transaksi kripto Anda?
Infeksi dimulai saat seorang pengguna yang tidak curiga memasukkan USB drive yang terinfeksi ke dalam komputer. Malware ini menggunakan shortcut file tersembunyi untuk meluncurkan komponen worm jahat yang secara otomatis menyalin dirinya ke perangkat penyimpanan lokal. Setelah masuk ke dalam sistem Windows, malware ini tetap tersembunyi dengan menggunakan proxy Tor yang dibundel untuk menyamarkan komunikasi dengan server komando.
Krisis terjadi saat transaksi berlangsung. Ketika seorang investor menyalin alamat tujuan, perangkat lunak ini mencegat data clipboard dalam waktu kurang dari satu detik. Ia mengganti teks tersebut dengan alamat dompet dari peretas. Pengguna yang tidak waspada yang tidak memverifikasi secara manual akan mengirimkan dana langsung kepada pencuri. Program ini juga memindai file lokal untuk mencuri kunci pribadi dan frasa kunci.
Untuk menghentikan penyebaran worm ini, investor perlu segera mengubah kebiasaan harian mereka. Matikan fitur AutoRun di komputer Windows dan tolak USB drive yang tidak dikenal. Yang paling penting, verifikasi setiap karakter alfanumerik alamat dompet sebelum menyetujui transfer. Menggunakan dompet perangkat keras yang terisolasi tetap menjadi perlindungan paling andal untuk menjaga keamanan frasa kunci.
Bagaimana Microsoft mengatasi malware kripto?
Sebelumnya, Microsoft juga telah memperingatkan tentang malware yang tersembunyi dalam dua paket npm (utils-terminal@3.2.1, logger-active@3.2.1) yang mencuri kredensial dompet kripto melalui trojan akses jarak jauh, dengan cara menangkap ketikan dan tangkapan layar sambil mengekstrak data melalui Hugging Face.
Pada Mei 2025, Microsoft memimpin penertiban secara global yang berhasil membongkar operasi kejahatan siber Lumma Stealer, malware pencuri informasi terbesar di dunia yang aktif sejak akhir 2022. Berdasarkan perintah pengadilan federal AS, Unit Kejahatan Digital Microsoft menyita 2.300 domain jahat yang menjadi tulang punggung komando Lumma, sementara Departemen Kehakiman AS menggagalkan panel kontrol utamanya dan pasar gelap. Europol melalui EC3 dan JC3 Jepang juga menangguhkan server-server residual di Eropa dan Asia.

