Laporan Darktrace Ungkap Risiko Siber yang Meningkat di Dunia Olahraga Profesional
Klub olahraga modern kini beroperasi layaknya perusahaan besar lainnya. Ini membuat mereka menjadi target empuk bagi para penjahat siber. Namun, risiko yang muncul dari penggunaan teknologi AI justru semakin besar di industri ini dibandingkan dengan sektor lain.
Sebuah laporan terbaru dari Darktrace menyelidiki dua aspek risiko yang dihadapi. Di satu sisi, ada penjahat yang memanfaatkan alat baru ini untuk menciptakan umpan phishing yang meyakinkan, deepfake, serta memalsukan merek atau atlet profesional. Di sisi lain, klub olahraga sendiri juga mengadopsi AI tanpa langkah pengamanan yang tepat, menciptakan permukaan risiko baru yang bisa dimanfaatkan oleh para penyerang.
Darktrace menyoroti bahwa kondisi ini semakin krusial di dunia olahraga profesional, di mana banyaknya acara live, data bernilai tinggi, tekanan publik, jadwal yang ketat, dan jaringan mitra serta pemasok mempertemukan semua elemen ini untuk memberikan penyerang peluang publikasi, keuntungan, dan dampak yang maksimal.
Biaya yang Meningkat
Untuk menyusun laporan ini, Darktrace memanfaatkan data telemetri dari organisasi olahraga serta hasil survei terhadap 875 pembuat keputusan terkait keamanan di berbagai organisasi olahraga profesional.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 84% organisasi olahraga profesional mengalami setidaknya satu insiden siber dalam 12 bulan terakhir, sementara lebih dari 57% mengalami serangan berulang kali. Dari total tersebut, 83% mendeteksi penggunaan AI dalam serangan ini, dan 72% meyakini bahwa AI akan meningkatkan risiko siber di tahun depan.
Jika bicara soal kerugian, biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk satu insiden kini mencapai sekitar $170,000. Meskipun angka itu tampaknya tidak banyak bagi tim olahraga dengan penghasilan besar, perlu dicatat bahwa 57% dari mereka mengalami serangan lebih dari sekali dan 43% melaporkan antara enam hingga sepuluh insiden dalam setahun. Akibatnya, total biaya tahunan bisa mencapai $1.7 juta.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi serta ancaman yang semakin canggih, para pemangku kepentingan di dunia olahraga harus lebih waspada dan proaktif dalam mengambil langkah-langkah pencegahan. Kesiapsiagaan dan investasi dalam keamanan siber akan menjadi kunci untuk melindungi aset dan reputasi mereka di tengah tantangan yang berkembang ini.

