Presiden indeks dan data dari CoinDesk, David LaValle, memberikan pesan menarik untuk para investor: Jangan lupakan bitcoin. Dalam wawancaranya di “ETF Edge” bersama CNBC, ia mengibaratkan perkembangan teknologi dengan pengalaman pribadinya saat pertama kali menggunakan smartphone. Ia mengingat bagaimana saat itu ia merasa sangat bersemangat karena tidak perlu lagi membawa MP3 player dan ponsel secara bersamaan, walau ada rasa frustrasi ketika tidak bisa mendapatkan taksi di depan rumahnya.
LaValle menyampaikan pernyataannya di saat bitcoin mengalami masa tersulit, dengan penurunan hampir 2% selama minggu liburan yang singkat. Sejak mencapai puncaknya pada 6 Oktober 2025 di level $126,279, harga bitcoin sudah turun hampir 50%. Meskipun sempat menembus level kunci $65,000 pada hari Senin, harga bitcoin kembali terjun ke kisaran $63,000 pada hari Kamis.
Meski ada kerugian yang signifikan, LaValle percaya bahwa penurunan ini, yang sering dikenal sebagai “crypto winter”, tidak akan membuat investor institusional maupun ritel surut dari minatnya dalam berinvestasi di aset digital ini. Ia mengungkapkan, “Dunia kripto telah melalui banyak perubahan, dan ada banyak gejolak dalam delapan tahun terakhir. Berbeda dengan crypto winter yang lalu, sekarang lebih banyak yang bertanya, ‘Kapan saya bisa kembali berinvestasi?’ daripada mempertanyakan masa depan aset ini. Kami melihat ini sebagai momen peningkatan kredibilitas.”
Di sisi lain, Todd Rosenbluth, kepala riset dan editorial dari TMX VettaFi, melihat tren yang menjanjikan di kalangan investor ETF bitcoin. Menurutnya, banyak yang masih bertahan meskipun ketidakpastian di pasar masih ada, dan hal ini menunjukkan optimisme di pasar. Ia menjelaskan bahwa iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) baru saja mengalami aliran keluar bersih meskipun banyak penurunan harga bitcoin sepanjang tahun ini. “Jadi, orang-orang tetap bertahan dan bahkan membeli IBIT meskipun ada penurunan. Ini memberikan semangat bahwa mereka tetap bertahan,” tambahnya.
Rosenbluth juga mengacu pada survei VettaFi yang melibatkan 104 penasihat keuangan pada awal Mei. Dari survei tersebut, hampir setengah dari kliennya sedang memantau saham ini dari kejauhan, sementara hanya 22% yang aktif berinvestasi atau membangun portofolio. Ia menilai bahwa penurunan harga kripto telah menciptakan kesempatan bagi beberapa investor, meskipun ada yang mungkin merasa tidak ingin terlibat ketika pasar terlalu volatile.
Sementara itu, beberapa ETF bitcoin terbesar seperti iShares Bitcoin Trust ETF dan Grayscale Bitcoin Trust ETF (GBTC) mengalami penurunan hingga 40% dalam 52 minggu terakhir. Keadaan ini benar-benar menunjukkan bagaimana pasar kripto masih dalam fase adaptasi dan perubahan yang terus berlanjut, yang mungkin membuka jalan untuk peluang lebih baik di masa depan.
Secara keseluruhan, meski tantangan ke depan cukup berat, sinyal positif dari investor yang tetap bertahan menunjukkan bahwa ada harapan bagi perkembangan pasar crypto, termasuk bitcoin dan berbagai instrumen keuangan terkait. Kita hanya perlu menunggu dan melihat bagaimana dinamika ini berkembang, terutama di tengah berbagai inovasi yang terus bermunculan di industri blockchain dan aset digital.

