Kelompok “Magnificent Seven” telah mendominasi pasar AS selama bertahun-tahun, dengan nilai kapitalisasi pasar gabungan mencapai $21,7 triliun hingga penutupan hari Selasa. Namun, angka ini juga menyembunyikan kerugian yang dialami pada bulan Juni. Grup ini, yang terdiri dari Microsoft, Nvidia, Alphabet, Apple, Meta, Tesla, dan Amazon, mengalami penurunan sekitar $2 triliun dalam kapitalisasi pasar, karena investor mulai menilai kembali potensi investasi untuk mega-cap yang dulunya tak terkalahkan ini.
Roundhill Magnificent Seven (MAGS), sebuah dana yang diperdagangkan di bursa dan melacak ketujuh raksasa teknologi ini dengan bobot yang sama, turun 9% pada bulan Juni, menandai bulan terburuk kedua untuk dana tersebut sejak diluncurkan pada tahun 2023. Satu-satunya penurunan yang lebih buruk terjadi pada bulan Maret 2025, ketika dana ini anjlok 10,5%. Salah satu alasan di balik penurunan ini adalah, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya sangat dikenal dengan arus kas besar kini berubah menjadi penghabis besar, karena sebagian besar dana mereka dialokasikan untuk perlombaan kecerdasan buatan (AI).
Torsten Slok, kepala ekonom di Apollo Global Management, mencatat bahwa arus kas bebas untuk setidaknya empat perusahaan di kelompok ini—yaitu Meta, Alphabet, Microsoft, dan Amazon—turun tajam dari puncaknya pada tahun 2024 hingga 2026. Dengan pengeluaran untuk AI diproyeksikan melebihi $700 miliar tahun ini, lonjakan pengeluaran modal di bidang AI membuat investor khawatir, terutama yang terbiasa dengan pembelian kembali saham besar dari perusahaan-perusahaan ini sebagai penyangga untuk investasi mereka.
Gene Munster, managing partner di Deepwater Asset Management, menyampaikan kepada CNBC dalam acara “Fast Money” pekan lalu bahwa perusahaan-perusahaan ini sedang berinvestasi besar-besaran dalam perangkat keras AI karena meningkatnya keyakinan terhadap pentingnya teknologi tersebut. Munster meyakini bahwa fokusnya saat ini adalah pada kemampuan kepemimpinan perusahaan-perusahaan ini dalam memahami potensi jangka panjang dari investasi AI. Jika mereka paham akan hal tersebut, investasi ini bisa menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang cepat serta pengembalian investasi di masa depan.
Semua saham dalam kelompok ini mengalami penurunan pada bulan Juni, dengan Microsoft turun 17%, mencatatkan penurunan terbesar sejak Desember 2000. Microsoft baru-baru ini mengungkapkan kepada investor bahwa pengeluaran modal mereka bisa mencapai $190 miliar pada tahun 2026 akibat lonjakan harga memori. Secara keseluruhan, retur untuk raksasa teknologi ini tidak merata. Amazon menjadi penurun terbesar kedua dalam kelompok ini di angka 12%, diikuti oleh penurunan 11% dari Meta. Saham Apple juga turun 7,3% selama bulan Juni. Sementara itu, Alphabet, Nvidia, dan Tesla turun masing-masing 6%, 5,2%, dan 3,5%.
Di wall street, ada pendapat bahwa penurunan ini mungkin berlebihan. Dalam catatan komentar penjualan pada hari Senin, Bank of America tetap optimis terhadap perusahaan-perusahaan hyperscaler seperti Amazon dan Alphabet, serta Oracle. Namun, Oracle bukan anggota Mag 7.
Penurunan di kelompok Mag7 ini menjadi semakin mencolok jika dibandingkan dengan lonjakan saham semikonduktor, yang terus meningkat selama setahun terakhir. Pada paruh pertama tahun ini, iShares Semiconductor ETF (SOXX) naik 113%, sementara MAGS justru mengalami kerugian sebesar 2,5%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa investor lebih menghargai perusahaan-perusahaan yang memproduksi komponen utama dalam pengembangan AI, terutama chip, dan menghukum mereka yang harus membayar untuk itu.

