SD Guthrie, perusahaan besar asal Malaysia, saat ini sedang menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia terkait masalah penyitaan lahan yang berdampak pada beberapa perkebunan kelapa sawit mereka. Hal ini disampaikan langsung oleh CEO SD Guthrie, Mohd Haris Mohd Arshad, dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari Kamis, 11 Juni 2026.
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan satuan tugas pada tahun 2025 yang terdiri dari militer, polisi, dan jaksa negeri untuk menindak pelanggaran di industri kelapa sawit. Satuan tugas ini berhasil menyita sekitar 4,1 juta hektar lahan perkebunan pada tahun 2025 karena beroperasi secara ilegal di kawasan hutan. Kebijakan ini tentu saja berdampak tidak hanya pada perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga pada petani kecil yang menggantungkan hidup dari sektor ini.
SD Guthrie sendiri adalah salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dan sekitar sepertiga dari total lahan mereka berada di Indonesia. Mohd Haris menyebutkan bahwa dua persen dari total lahan mereka telah disita oleh satuan tugas, yang setara dengan sekitar 2.800 hektar.
Meskipun mengalaminya penyitaan, perusahaan ini belum menerima dekrit resmi dari pemerintah Indonesia terkait perkebunan mereka dan masih melanjutkan proses panen seperti biasanya. Mohd Haris juga menjelaskan bahwa rencana pemerintah Indonesia untuk membawa ekspor komoditas utama di bawah kendali badan negara adalah langkah yang bisa dimengerti, terutama dalam usaha mengurangi kebocoran pendapatan.
Dia menegaskan bahwa SD Guthrie tidak terlibat dalam masalah tersebut dan tetap menjadi salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia. Tentunya, hal ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian lokal.
Menanggapi tingginya biaya pupuk akibat krisis pasokan yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah, Mohd Haris menilai bahwa perusahaan tidak terlalu khawatir. Pasalnya, SD Guthrie mendapatkan pasokan pupuk dari berbagai negara seperti Cina, Kanada, Belarus, dan Mesir. Dengan diversifikasi pemasok ini, perusahaan bisa lebih fleksibel dalam menghadapi fluktuasi harga di pasar internasional.
Selain itu, perusahaan juga akan meningkatkan manajemen air untuk menghadapi potensi kekeringan yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca El Nino tahun ini. Dengan langkah-langkah pencegahan seperti ini, SD Guthrie berusaha supaya hasil panen tetap optimal meski dalam kondisi yang tidak menentu.
Berita ini tentunya menjadi perhatian bagi banyak investor dan pelaku industri, mengingat pentingnya sektor kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia, serta banyaknya tantangan yang dihadapi dalam operasionalnya. Ikuti terus perkembangan terbaru seputar isu-isu ini karena dampaknya akan terasa tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga seluruh ekosistem pertanian dan masyarakat yang bergantung pada industri ini.

