XRP mengalami perdebatan cukup panas di kalangan penggiat crypto terkait mekanisme pasokan yang dimilikinya. Dalam beberapa bulan terakhir, cadangan XRP di bursa semakin menurun, dan angka-angka on-chain menunjukkan hal tersebut dengan jelas. Kini, seorang analis crypto di platform X mengaitkan perubahan struktural ini dengan rangkaian peristiwa yang bisa membawa harga XRP ke level yang sebelumnya tak terbayangkan.
XRP Supply Shock Dapat Memicu Krisis Likuiditas di Bursa
Seorang analis crypto yang dikenal dengan nama DelCrxpto memberikan sudut pandang menarik di mana permintaan terhadap XRP bisa mengalahkan pasokan yang tersedia di bursa. Ketika permintaan meningkat lebih cepat dibandingkan pasokan yang ada, harga pastinya harus disesuaikan. XRP bisa saja mencapai titik di mana bursa kesulitan mendapatkan pasokan untuk memenuhi permintaan dari para pembeli, institusi, dan penyedia likuiditas.
Menurut prediksi DelCrxpto, bursa akan kehabisan pasokan XRP, yang kemudian bisa menyebabkan lonjakan permintaan dan ekosistem pasokan XRP berpotensi menghadapi risiko pembekuan. Namun, dia percaya bahwa situasi ini tidak hanya akan mempengaruhi harga, tetapi juga memaksa pasar untuk menciptakan saluran likuiditas baru melalui kontrak derivatif.
Menariknya, dia juga memperkirakan bahwa Ripple akan turun tangan dengan menggunakan sebagian cadangan XRP mereka sebagai kolam likuiditas dan menerbitkan kontrak derivatif XRP untuk bursa. Bursa-bursa tersebut kemudian akan menjual kontrak tersebut dengan harga pasar, sehingga Ripple bisa mendapatkan imbal hasil dari struktur ini.
Apa yang Terjadi dengan Pasokan?
Pasokan XRP yang beredar saat ini menunjukkan mengapa gagasan bursa benar-benar kehabisan XRP perlu diperlakukan dengan hati-hati. Menurut CoinMarketCap, pasokan XRP yang beredar saat ini sekitar 61,82 miliar XRP. Namun, pertanyaan yang lebih penting bukanlah berapa banyak XRP yang ada di sirkulasi, melainkan seberapa banyak dari pasokan tersebut yang sebenarnya cair dan tersedia untuk dijual langsung di bursa.
Data on-chain terbaru mulai memperkuat argumen bahwa pasokan cair XRP mungkin akan semakin menipis. Misalnya, jumlah XRP yang dipegang di Binance dilaporkan turun dari sekitar 3,05 miliar token menjadi di bawah 2,75 miliar dalam waktu kurang dari setahun, yang membuat cadangan XRP bursa tersebut mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Related Reading
Penurunan saldo dompet XRP juga bertepatan dengan meningkatnya jumlah pemegang XRP. Alamat dompet yang memegang setidaknya 10.000 XRP telah mencapai rekor tertinggi baru yaitu 332.000 dompet, menunjukkan bahwa pemegang besar masih aktif membangun posisi meskipun harga XRP berfluktuasi.
Sinyal penting lainnya muncul dari aktivitas whale di bursa. Data menunjukkan bahwa pemegang terbesar XRP telah memperlambat laju pengiriman token ke bursa crypto. Indikator arus masuk whale selama 30 hari terakhir telah turun di bawah 736 juta XRP, level terendah sejak November 2021.
Gambar utama dibuat dengan Dall.E, chart dari Tradingview.com

