Selama perjalanan dari 18 hingga 22 Mei, Menteri Senior Lee Hsien Loong akan mengunjungi China, dimulai dari Guangxi di selatan, kemudian dilanjutkan ke Shanghai.
Kunjungan yang dimulai pada hari Senin (18 Mei) dan berlangsung hingga Jumat ini bertujuan untuk membangun “momentum pertukaran tingkat tinggi” antara Singapura dan China, serta memperdalam hubungan di tingkat regional, sebagaimana diumumkan oleh Kantor Perdana Mentri (PMO) pada hari Minggu.
China telah menjadi mitra dagang barang terbesar Singapura sejak 2013 hingga 2024, dengan total perdagangan bilateral pada tahun 2025 mencapai S$162,9 miliar. Angka ini berkontribusi sebesar 11,7 persen dari total perdagangan barang global Singapura.
Selain itu, Singapura juga menjadi investor asing terbesar bagi China berdasarkan aliran investasi sejak tahun 2013.
Saat ini, ada tiga proyek kerja sama pemerintah yang sedang berjalan yaitu Suzhou Industrial Park yang didirikan pada 1994, Sino-Singapore Tianjin-Eco City yang diluncurkan pada 2008, dan Chongqing Connectivity Initiative yang didirikan pada 2015.
Di Guangxi, SM Lee akan bertemu dan diundang makan malam oleh Chen Gang, sekretaris Komite Daerah Otonom Zhuang Guangxi dari Partai Komunis China. Selain itu, SM Lee juga akan melakukan kunjungan ke beberapa lokasi untuk lebih memahami peran Guangxi dalam meningkatkan konektivitas Asean-China sebagai gerbang yang menghubungkan China dengan Asia Tenggara, demikian pernyataan itu menyebutkan.
Terakhir kali SM Lee mengunjungi Guangxi adalah pada tahun 2014 untuk menghadiri edisi ke-11 China-Asean Expo, sebuah pameran perdagangan dan investasi yang mempromosikan pertukaran antara China dan Asean. Singapura menjadi Country of Honour pada tahun itu.
Perusahaan-perusahaan Singapura sudah memiliki kehadiran yang kuat di Guangxi, khususnya di sektor pelabuhan dan logistik.
Nilai perdagangan bilateral antara Singapura dan Guangxi tahun lalu mencapai 13,8 miliar yuan (sekitar S$2,6 miliar). Investasi kumulatif Singapura di Guangxi mencapai US$1,3 miliar, dan terdapat 30 proyek baru yang dibangun pada tahun 2025 saja.
Selanjutnya, di Shanghai, SM Lee akan bertemu dan diundang makan malam oleh Gong Zheng, walikota Pemerintah Rakyat Kota Shanghai. Menteri senior ini juga akan mengunjungi beberapa perusahaan untuk mempelajari perkembangan teknologi yang lebih luas di China.
Tahun lalu, perdagangan bilateral antara Singapura dan Shanghai meningkat sebesar 17,7 persen, dengan ekspor dari Shanghai ke Singapura naik sebesar 29,5 persen.
Kunjungan SM Lee ke China ini berlangsung kurang lebih dua bulan setelah Perdana Menteri Lawrence Wong berkunjung ke Hainan untuk menghadiri Bo’ao Forum for Asia Annual Conference. Tahun lalu, Singapura dan China merayakan 35 tahun hubungan diplomatik.
SM Lee akan didampingi oleh Sekretaris Parlemen Senior untuk Keuangan dan Tenaga Kerja, Shawn Huang, Anggota Parlemen untuk Jalan Besar GRC, Wan Rizal, dan pejabat dari berbagai kementerian.
Seorang juru bicara PMO menambahkan bahwa SM Lee juga akan berbicara di JPMorgan Global China Summit di Shanghai.
Menurut informasi tentang summit ini di situs bank AS tersebut, acara yang berlangsung pada 21-22 Mei ini akan menampilkan ketua dan CEO JPMorganChase, Jamie Dimon, bersama “pemimpin bisnis dan ekonomi terkemuka, termasuk para inovator di bidang AI canggih dan pembangun merek terobosan.”

